2020-12-16 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Plt. Chandra Bhakti, perwakilan dari peningkatan prestasi olahraga, meyakini bahwa pelatih merupakan tulang punggung perkembangan atlet olahraga dalam negeri. Menurutnya, secara nasional syarat minimal sarjana pendidikan jasmani adalah 30% yang belum terpenuhi. Itu 30%, ”kata Chandra, Rabu (6/6/2020). Sosialisasi Permenpora I tahun 2020 dan penunjukan pejabat sebagai Pembina Olahraga dan Pembina Olahraga melalui penyesuaian / intervensi. Terkait. Prioritas rencana, terutama dalam hal peningkatan performa atletik pelatih. Sertifikasi pelatih atletik sudah ditingkatkan sejak usia dini, ”imbuhnya. Meski Chandra Bhakti berharap bisa lolos melalui Provinsi Cadiz Bhakti dan Para pimpinan BKD di provinsi-provinsi di Indonesia ikut serta dalam kegiatan sosialisasi jarak jauh tersebut, namun berharap seluruh pemangku kepentingan di Kemenpora dapat bekerja sama dan menyelesaikan tugas dalam regulasi. Ia mengatakan: “Kita lihat dalam keterangannya. Kenali latar belakang pendidikan para atlet, kemampuan dan pengalaman mereka bersama. “Ke depan, para pelatih olahraga akan menjadi tulang punggung perkembangan para atlet. Apa yang mereka lakukan sekarang,” tambahnya. “Ini memiliki nilai strategis dan sangat penting untuk perkembangan seluruh cabang olahraga. Saya berharap sosialisasi seperti ini dapat menjadi wadah bagi forum ini. Membawa manfaat yang sangat besar. Selain itu, ini juga sebagai wadah silaturahmi diantara kita untuk memasuki normal baru. Ia berharap peningkatan prestasi olahraga nasional menjadi kebanggaan bangsa dan negara. ”PermenpanRB No. 40 tahun 2014 mengatur bahwa kedudukan pelatih dan pelatih olahraga Pembinaan jabatan Pembantu Olahraga dan PermenpanRB Nomor 41 Tahun 2014 menjadi acuan Kemenpora dalam penyusunan Permenpora Nomor 1 Tahun 2020. (*)

Tinggalkan Balasan