2020-12-16 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah mitigasi untuk mengatasi dampak Covid-19 di sektor ketenagakerjaan.

Respon kebijakan cepat Covid-19 bertujuan untuk membangun kembali kondisi positif dan memperhatikan pasar tenaga kerja dan lembaga pasar tenaga kerja.

Usulan ini dikembangkan oleh Direktur Jenderal Binalattas Budi Hatawan (Binalattas) Budi Hartawan), dia adalah Ministerial Senior Representative of Human Resource Development (HRD) di dunia kerja yang terus berubah pada 9/2020. ) Budi Hadawan mengatakan: “Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran sebesar 695,2 rupee untuk penanggulangan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional.” General Manager Budi Hadawan mengungkapkan, total rincian rupiah 695,2 triliun rupee adalah 875,5 miliar rupee. Anggaran Rp 203,9 triliun untuk perlindungan sosial; 120,61 triliun rupiah dan 123,46 triliun rupiah untuk insentif usaha sektor UMKM.

“Modal perseroan 53,57 miliar rupiah. Budi Hartawan. Perekonomian akan menyebabkan kontraksi ekonomi 5,32% pada triwulan II tahun 2020.

Angka ini merupakan rekor terburuk sejak 1999. Indonesia pernah mengalami Kontraksi ekonomi pada triwulan I 1999 mencapai 6,13%, ”ujarnya.

Tinggalkan Balasan