2020-12-15 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Tantangan perkembangan bisnis industri pelayaran ke depan akan semakin sulit. Bukan hanya karena dunia usaha khususnya di bidang maritim juga harus menghadapi kebutuhan dan perkembangan pandemi Covid-19 dan jaman yang semakin maju. Untuk itu, agar dapat terus memberikan layanan transportasi laut kepada masyarakat diperlukan kolaborasi. Semua pihak yang terlibat dalam rencana koordinasi memfasilitasi pengembangan bisnis dan armada angkutan laut nasional.

Hal tersebut disampaikan Kapten Anthony Arif Priadi, Direktur Biro Perhubungan dan Angkutan Laut pada acara pembukaan focus group discussion. (FGD) dilaksanakan di Bekasi pada tahun 2020 pengembangan perusahaan dan armada angkutan laut dengan tema “Strategi Adaptasi Baru Kegiatan Angkutan Laut”.

Menurut Dr. Anthony Captain, di era baru ini guna menjamin kelangsungan transportasi laut, ke depan semua pihak terkait harus terus berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama melalui pembangunan negara dan wilayah untuk mencapai interkoneksi transportasi laut. Rencana strategis nasional yang dapat dioperasikan untuk mendukung rencana pemerintah dengan inovasi yang komprehensif. Dan navigasi maritim. Masyarakat harus mampu menjangkau daerah-daerah terluar, terpencil dan terpencil agar perekonomian daerah dapat berkembang.

“Ke depan, dalam rangka mewujudkan keterhubungan antara transportasi laut dan pinggiran terluar, keberadaan navigasi negara dan masyarakat, Kapten Anthony mengatakan:“ Daerah terpencil dan terpencil memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi regional Indonesia dan perekonomian nasional. . “Kapten Anthony juga menyampaikan, untuk merealisasikan rencana konektivitas transportasi laut, dari 2015 hingga 2019 dikembangkan navigasi dan transportasi nasional dengan membangun 100 kapal (termasuk 15 kapal peti kemas, 60 kapal perintis, dan 5 kapal pengangkut ternak). Navigasi Umum .- << Selain itu, Kementerian Perhubungan melalui Administrasi Umum Angkutan Laut juga telah membangun 138 kapal angkutan umum yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah yang sangat membutuhkan, baik di daerah tertinggal, terpencil, terluar dan daerah perbatasan Transportasi darat regional dapat dihubungkan ke daerah yang lebih maju untuk meningkatkan ekonomi regional. "Anthony · obyek ·Atika, hobby, hoby, f, a, f, f, f, f, f, f, f, f, f, ·Atika, hobby, hoby, f, a, f, f, f, f, f, f, f, f, f, ·Atika, hobby, hoby, f, a, f, f, f, f, f, f, f, f, f, · Kumpulan foto-foto-foto-foto-foto-foto-foto-foto-foto-foto-foto-foto-foto- Pelayanan terintegrasi dengan ekosistem logistik nasional. Selain itu, Administrasi Umum Angkutan Laut harus mengatur tata ruang pelabuhan kargo dan jalur distribusi. Kapten Anthony mengatakan: “Mengenai perkembangan usaha dan armada angkutan nasional. Pada saat yang sama, R. Yogie Nugraha, Kepala Divisi Pengembangan Kegiatan Angkutan Laut, selaku ketua panitia diskusi panel, menyampaikan bahwa tujuan dibentuknya kelompok diskusi ini adalah untuk berkoordinasi dan berkoordinasi dengan perusahaan dan negara. Dalam pengembangan armada angkutan laut mengkoordinir rencana berbagai kementerian / lembaga dan stakeholders.Menurut Yogie, FGD pengembangan kegiatan angkutan laut tahun 2020 tidak hanya diikuti langsung oleh peserta, tetapi juga disetujui oleh peserta virtual. Turut serta dalam zoom meeting Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan dan Markas Besar Administrasi Umum Departemen Manajemen Teknis Administrasi Umum Angkutan Laut dan para pemangku kepentingan dari departemen transportasi laut Tenaga ahli berasal dari Komite Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kementerian Perhubungan dan INSA DPP , Serta pembahasan dokumen terkait perkembangan usaha dan regulasi dan kebijakan armada nasional, kesiapan industri dalam negeri untuk navigasi industri galangan kapal dan penyediaan komponen lokal.Kebijakan pemerintah e dalam strategi baru memastikan disesuaikan dengan era dan kondisi baru, peluang, Tantangan dan hambatan untuk menavigasi negara. ”Kami berharap dari diskusi di kelompok diskusi PengenbaYogan menyimpulkan pada tahun 2020 nanti armada angkutan laut niaga dan nasional ngan dapat menghasilkan konsensus dan sinergi dalam pengembangan kegiatan dan armada angkutan laut nasional. (*)

Tinggalkan Balasan