2020-12-15 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pemuda dan Olahraga (Munpola) Zainudin Amali terus mendorong perguruan tinggi untuk memberikan semangat wirausaha kepada mahasiswanya. Kementerian Pemuda dan Olahraga peduli dengan perkembangan generasi muda dan mahasiswa di perguruan tinggi.

“Kemampuan akademik setiap mahasiswa tidak cukup untuk berperan setelah lulus, sehingga perlu memberikan hal-hal yang penting.” Setiap lulusan perguruan tinggi tidak akan menambah jumlah pencari kerja, juga tidak akan menganggur, apalagi Dalam lingkungan pandemi ”. Kemenpora Water, Senayan, Jakarta, Rabu pagi (19/8/2020) -Universitas harus berusia muda untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat, terutama di awal era bonus demografi. – – “Kita tahu bahwa tanpa kekuatan anak muda, tentunya mereka tidak akan mampu bersaing dan menjadi beban. Kami berharap di perguruan tinggi, mahasiswa yang sudah tamat perguruan tinggi tidak perlu repot mencari pekerjaan, tapi kami dorong untuk mencapai kemandirian melalui wirausaha. Kami mendorong mereka untuk mandiri. Kewirausahaan di kalangan siswa berkembang. “Ia mengumumkan.

Pemerintah mengapresiasi tantangan yang dihadapi oleh kegiatan kewirausahaan serta contoh dan praktik nyata.” “Saya memberikan penghormatan atas upaya Universitas Petamina sehingga kami dapat terus bersinergi dan berupaya mengurangi Salah satu pengangguran terdidik agar bisa menonjol dalam studinya adalah untuk mencapai kemajuan di Indonesia, ”harapnya.

– Presiden dan Guru Besar Universitas Pertamina. Akhmaloka mengatakan bahwa setelah lulus, mahasiswa akan menghadapi banyak tantangan. Semua tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan kemampuan akademis, tetapi membutuhkan dukungan dan keterampilan lain yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

“Era revolusi industri keempat membutuhkan setidaknya 10 keterampilan, yaitu masalah yang kompleks. Dia berkata:” Solusi, berpikir kritis, kreativitas, manajemen manusia, kolaborasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, pengambilan keputusan, orientasi layanan, negosiasi Dan fleksibilitas kognitif “.

Tinggalkan Balasan