2020-12-15 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) melaporkan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) sedang menyusun rencana untuk mengatasi kemungkinan krisis pangan global.

Krisis pangan diperkirakan akan melanda dunia karena wabah Covid 19 yang terus berlanjut. -Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, rencana saat ini adalah melakukan kampanye percepatan tanam sekaligus, kemudian menyediakan fasilitas produksi untuk mendanai usaha pertanian KUR dan memberikan bantuan keuangan kepada petani kecil. Tujuan kami adalah meningkatkan produksi pangan sekitar 7%. Ini harus dilaksanakan kalau sudah ada kebijakan, ‚ÄĚkata Menteri Pertanian saat jumpa pers dengan Menteri Luar Negeri Jakarta, Kamis (4/6). Menurut Menteri Pertanian SYL, 11 bahan pangan pokok sudah terkena imbas pemerintah. Yang menjadi perhatian khusus, sebelas diantaranya beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai, daging sapi, ayam, telur, gula, dan minyak goreng.Menurutnya, pemerintah telah melaksanakan tiga tahapan pembangunan .

Tahap pertama adalah rencana jangka pendek, rencana jangka menengah, dan tahap ketiga adalah implementasi dari rencana jangka panjang. Dia mengatakan: “Kebijakan dan rencana ini diharapkan, dipercepat, dan difokuskan pada pengelolaan kerusakan yang disebabkan oleh” pandemi Covid-19. ” Namun hal tersebut masih dalam lingkup kebijakan dan rencana yang dirancang dalam Renstra Kementerian Pertanian. .

Seperti kita ketahui bersama, sesuai dengan “Visi Pertanian 2020-2024”, pertanian telah menerapkan berbagai kebijakan dan rencana untuk meningkatkan produksi. Visi tersebut meliputi terwujudnya pertanian maju, mandiri dan modern berdasarkan asas gotong royong. (*)

Tinggalkan Balasan