2020-12-15 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Indonesia melalui Kementerian Perhubungan. Pada pertemuan Brunei Growth Zone Maritime Liaison Working Group (SLWG) Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina, dalam menghadapi pandemi Covid-19, General Administration of Maritime Transport kembali menegaskan akan menjaga kontinuitas pasokan logistik dalam skala global. Janji. ASEAN (BIMP-EAGA) diselenggarakan secara rutin. Virtual, Selasa (1/9).

Ketua Delegasi Indonesia (HoD) Antoni Arif Priadi (Antoni Arif Priadi), Direktur Departemen Perhubungan dan Pelayaran, menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara maritim yang sangat mengandalkan transportasi laut untuk memudahkan pergerakan orang dan personel. Ia mengatakan: “Oleh karena itu, pemerintah Presiden Joko Widodo juga telah memprioritaskan rencana kerja untuk mendukung logistik dan transportasi terkait Covid-19, termasuk transportasi komoditas kelas satu, serta hal-hal strategis dan penting lainnya. Transportasi, “ujarnya. . Antoni .

Selain itu, letak Indonesia di jalur laut internasional juga sangat penting bagi Indonesia karena bertanggung jawab atas keselamatan kapal-kapal yang berlayar di perairannya (termasuk para pelaut yang berlayar di sana). Kapal ini.

Anthony mengungkapkan pembahasan mengenai dampak dan langkah pemulihan Covid-19 serta tantangan dan peluang yang dibawa Covid-19 ke sektor swasta merupakan hasil akhir dari bencana ini. Berkaitan dengan hal tersebut, Anthony menyatakan bahwa Indonesia sangat prihatin dengan proses pemulangan dan pertukaran ABK yang menimbulkan kontroversi selama pandemi tersebut. Kami laporkan bahwa Indonesia masih berupaya untuk meningkatkan mekanisme khusus yang digunakan untuk mengatur aktivitas pertukaran awak ABK Indonesia dan WNA agar sesuai dengan aturan dan protokol sanitasi Organisasi Kesehatan Dunia, ”kata Anthony. Padahal, pertukaran awak di perairan Indonesia adalah Kegiatan tersebut dilakukan di beberapa pelabuhan yaitu, Pulau Korang, Pulau Nipah, Pelabuhan Tanjong Bale Karimun dan Pelabuhan Tanjong Priq. – Kegiatan tersebut dilakukan antara otoritas pelabuhan, dinas kesehatan pelabuhan serta bea cukai dan imigrasi Kerja sama yang baik.

“Dari akhir Februari hingga pertengahan Juni, 4.200 awak kapal Indonesia dipulangkan dari 17 kapal.” Selama periode ini, dari Juni hingga Agustus, terdapat lebih dari 4.000 awak Indonesia. Untuk 8.292 ABK yang dipulangkan melalui 4 pelabuhan Indonesia, ”jelas Anthony.

Tinggalkan Balasan