2020-07-09 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Tenaga Kerja telah meloloskan rencana intensif infrastruktur untuk memberikan pekerja yang diberhentikan dan diberhentikan – rencana tersebut berupa penyemprotan desinfektan. Selain membantu mencegah penyebaran Covid-19, rencana itu juga membantu menyelamatkan pekerja yang mubazir atau diberhentikan. Jumat (8/5/2020) .

“Kementerian Tenaga Kerja telah mengimplementasikan rencana reguler yang membutuhkan padat karya dan infrastruktur-intensif. Rencana itu tidak universal, tetapi bergeser ke penyemprotan di kawasan industri atau pedesaan Disinfektan. Menaker Ida berkata: “Orang-orang yang menyemprot adalah teman yang terpaksa kehilangan pekerjaan karena dipecat atau dipecat. “960 orang dan pekerja di sektor formal diberhentikan, total 375.165. Pekerja sektor informal yang terkena dampak Covid-19 adalah 314.833. Jumlah total pekerja formal dan informal yang terkena dampak Covid-19 adalah 1.722.958 .

” Ini adalah data yang jelas, termasuk nama dan alamat, dan dilengkapi dengan NIK KTP. Selama periode verifikasi dan konfirmasi, 1,2 juta pekerja juga diperlakukan. Ada mengatakan: “Akibatnya, total sekitar 3 juta pekerja akan terpengaruh.” Menaker menjelaskan bahwa melalui kegiatan penyemprotan desinfektan ini, pekerja yang diberhentikan dan di-PHK akan menerima hadiah dari Kementerian Tenaga Kerja. -Karena pemerintah masih memberlakukan pembatasan di luar daerah, kegiatan ini saat ini hanya dilaksanakan di Jabodetabek.

“Oleh karena itu, untuk rencana infrastruktur padat karya yang cocok untuk mengelola dampak Covid-19, penerima teman dipecat,” jelas Menaker.

“Mari kita terus berdoa, semoga pandemi Covid-19 akan segera berakhir,” kata Menaker.

Menaker juga merekomendasikan agar masyarakat selalu menjaga kebersihan, kecuali ada kebutuhan yang mendesak, jika tidak jangan meninggalkan rumah dan menjaga jarak.

“Tubuh individu tidak bisa dekat, dan hati harus dekat untuk menjaga hubungan intim,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan