2020-12-14 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama para pemangku kepentingan di industri kehutanan terus bekerja keras untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha di semua aspek industri kehutanan. Bahkan situasi saat ini masih menjadi pandemi COVID-19.

Pandemi COVID-19 telah berdampak pada kinerja perusahaan di sektor hulu dan hilir kehutanan. Banbang menjelaskan, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kinerja ekspor produk industri kehutanan periode Januari hingga Mei 2020 turun menjadi minus 8,3%. , Namun kemudian terjadi peningkatan yang signifikan dalam periode evaluasi dari Januari hingga Juni, turun menjadi minus 5%. tahun ini.

“Angka ini menunjukkan bahwa kinerja ekspor hasil hutan meningkat 3,3% sejak Juni tahun ini. Ini pencapaian yang positif. Dalam pandemi yang sedang berlangsung. Meski pertumbuhannya masih di bawah nol, namun belum berlanjut. Penurunan. Hal ini menunjukkan kinerja ekspor sektor kehutanan masih dalam jalur yang positif. “Di sisi lain, produksi perkebunan yang dikembangkan justru meningkat sebesar 21,50%.

Banbang melanjutkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menerapkan metode baru untuk mengelola hutan produksi secara lestari. Pertama, metode lanskap diadopsi, kemudian analisis spasial dilakukan untuk melihat kawasan yang rawan kebakaran hutan dan lahan, konflik lahan, dan menganalisis dengan mengintegrasikan sektor dan pasar hulu-hilir.

Saat masalah ditemukan di lokasi, solusi harus ditemukan secepat mungkin. Kehutanan, industri hilir dan pasar.

Guna mendorong industri kehutanan untuk meningkatkan produktivitas, secara singkat Bambang memaparkan beberapa kebijakan Jakarkan.

Pertama-tama, untuk industri hulu, ia harus mempercepat pembangunan kehutanan. Mengembangkan perkebunan rakyat (HTR) dan wanatani di areal kerja IUPHHK-HTI, kemudian merealisasikan pengembangan multi usaha di areal IUPHHK dan mempermudah izin usaha pengembangan hutan produksi.

Tinggalkan Balasan