2020-07-09 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, Karawang-Dedi Mulyadi, Wakil Ketua Komite Keempat DPR RI, mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada pangan. Namun, potensi ini harus diikuti setelah mengoptimalkan tingkat irigasi. Menurutnya, pasokan air merupakan elemen yang sangat penting di perkebunan. “” Jika kita menginginkan swasembada pangan, tujuan utama kita adalah irigasi. Sekolah dasar, sekolah menengah dan universitas. Kuncinya ada di sana. Sekarang, pemerintah mulai “melakukan pekerjaan yang sangat baik”, kata Didi, Sabtu (6/6/2020) ketika menemani Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Karawang.

Didi mengatakan bahwa pemerintah sekarang telah mengalokasikan sejumlah uang. Anggaran Rp. 18.44. Triliun dolar dihabiskan untuk program padat karya di empat sektor. Di Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri, anggaran yang tersedia mencapai Rp 1,21 miliar. Karena itu, Didi berharap Kementerian Pertanian dapat mengoptimalkan bantuan sehingga petani di Karawang dapat bergerak untuk memperbaiki kondisi irigasi dan menjaga kondisi irigasi yang baik. — “Di masa depan, upah dapat dipandu oleh bias rencana padat karya. Saya yakin pertumbuhan ekonomi akan baik.”

— Sebagai referensi, lima pekerjaan dapat diperoleh dari rencana kerja yang diterima oleh Departemen Pertanian Hasil. — Ini adalah pengelolaan air irigasi pertanian, optimalisasi dan perlindungan tanah, unit pengolahan pupuk organik, sekolah praktis untuk petani dan makanan perlindungan tanaman.Selain itu, Didi juga membutuhkan nasib pekerja pertanian untuk menjadi perhatian bagi semua orang . Karena peran mereka akan menentukan kehidupan sehari-hari mereka. “Jadi mungkin di masa depan, akan ada subsidi untuk pekerja blue-spot atau lainnya. Model ini akan membawa negara lebih dekat ke komunitas, dan keuangan negara juga akan dihargai oleh komunitas. (*)

Tinggalkan Balasan