2020-12-14 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Bantuan Sosial Beras (BSB), Menteri Sosial Juliari P. Batubara meninjau status gudang Bulog di Kabupaten Cimahi Cimindi Jawa Barat. Selain memberikan bantuan sosial, kebijakan BSB juga mencakup peningkatan pemanfaatan beras Perum Bulog oleh petani.

“Iya, ini untuk menyiapkan nasi bansos.” Saya sudah melihat beberapa contoh kantong sebelumnya, dan kualitasnya sejauh ini sangat memuaskan. Harapan untuk konsisten di masa depan. Ini juga merupakan kombinasi bansos dan strategi penyerapan hasil petani, dan juga akan meningkatkan kesejahteraan petani, ” kata Juliari, Sabtu (9 Mei 2020). Kementerian Sosial dan Perum Bulog BSB tidak hanya masuk dalam jaring pengaman sosial. Rencananya.

Baca: Kemensos menggagas bansos beras, menyoroti dua aspek kunci keberhasilan program BSB- “Bansos beras membantu mendorong distribusi stok beras di gudang Bulog. Selain itu Brog bisa menyerap beras dari petani. dan masih banyak lagi. Ia mengatakan hal ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. -Msos Juliari juga memastikan stok beras juga bisa dengan aman memenuhi kebutuhan 10 juta kiloton PKH Mulai Agustus, September dan Oktober, total produksi beras bulanan mencapai 15 kg / kton. Penyaluran dilakukan sebanyak dua kali yaitu 30 kg KPM pada bulan September dan 15 kg KPM pada bulan Oktober. Rasa, aroma, dan tampilan nasinya semuanya enak. Direktur Operasi dan Pelayanan Publik Perum Bulog Triyana langsung mendampingi Mensos untuk mengunjungi gudang BULOG Cimindi.

Salah satu rencana Jaring Pengaman Sosial (JPS) merupakan bentuk upaya terus menerus pemerintah untuk memberikan inovasi dan solusi dalam menyelesaikan permasalahan sosial. Dari Covid-19. Rencana tersebut juga merupakan hasil kerja sama Kementerian Sosial dan Perum Bulog sebagai sarana serap hasil panen petani lokal.

Baca: Banyak Anggota DPR yang Puji Menteri Sosial Juliari (Juliari) dan Usulkan Imbalan

Dalam kasus sebelumnya, General Manager Pemberdayaan Sosial Edi Suharto (Edi Suharto) juga menjelaskan Kementerian Sosial bertanggung jawab memastikan beras tersebut berkualitas baik dan layak dikonsumsi.

“Kami akan perhatikan kualitas beras untuk memastikan tidak ada beras dan beras pecah. Pengemasan dan pendistribusian harus dilakukan dari sini, yang harus diperhatikan dengan baik. Oleh karena itu, kami juga perlu melakukan pengecekan di gudang BULOG”, kata Edi Suharto.

Peluncuran bansos beras ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Program Keluarga Sejahtera (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), khususnya kebutuhan pangan berupa beras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pada saat pandemi Covid-19. – – Gudang BULOG Cimindi merupakan salah satu gudang yang siap sedia bansos di Jawa Barat. Di Jawa Barat terdapat 1.737.884 KPM PKH. Sebagai bagian dari bansos, beras akan diberikan oleh 7 cabang BULOG Jawa Barat yang berlokasi di Bandung, Cianjur, Cirebon, Indramayu, Subang, Ciamis dan Karawang. BULOG menyatakan siap dan telah memastikan stok beras untuk memberikan bansos beras. Setelah pengemasan di gudang Bulog, manfaat beras akan dikirim ke KPM PKH oleh transporter untuk didistribusikan secara door-to-door. Operator yang ditunjuk untuk program ini adalah PT. Bhanda Ghara Reksa (BGR) dan PT. Dos Ni Roha (DNR). (*)

Tinggalkan Balasan