2020-12-14 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Desa, Daerah Miskin dan Imigrasi Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) mengatakan dari 74.953 desa, 50.939 desa dialokasikan melalui Dana Desa (BLT). Bantuan tunai langsung. — Target Dana BLT Desa sebanyak 5.400. 847 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) .

Dia mengatakan pada konferensi pers virtual yang diadakan di Jakarta, Jumat (29/5/2020): “Per 28 Mei, BLT Dana Desa mengeluarkan 3,24 miliar rupiah, Penerima adalah 5.400.847 KPM “.

Menteri Gus mengatakan, dari total penerima BLT, 1.151.977 KPMG (KPM) tergolong keluarga miskin baru karena berkurangnya mata pencaharian, selain itu terdapat 232.768 anggota keluarga KPM (KPM). Menderita penyakit kronis dan penyakit kronis.

“Karenanya, karakteristik penerima BLT dari dana desa yang kami peroleh di lapangan ada tiga karakteristik. Yang pertama karena adanya kesalahan eksklusi, artinya keluarga miskin yang sebelumnya belum terdaftar. Yang kedua katanya, Ciri khasnya adalah hilangnya mata pencaharian, dan yang ketiga adalah anggota keluarga yang menderita penyakit kronis kronis .- “Persentase basis nol Papua cukup besar. Akibat pengaruh kondisi komunikasi dan lalu lintas, apakah 26 wilayah ini benar-benar nol? Mantan presiden DPRD Jawa Timur ini mengatakan, di 26 kabupaten / kota masih menikmati perlakuan khusus nol persen. -Menteri Gus dengan tegas menyatakan akan memberikan sanksi kepada desa yang telah menerima dana desa namun belum mengalokasikan BLT kepada desa tersebut. KPM

— Menurut dia, sanksi bisa dilakukan dengan cara menunda penyaluran dana desa ke tahap selanjutnya untuk mengurangi dana desa … Kalau bukan sanksi itu apresiasi, artinya desa itu pun demikian. Kasusnya kecil, memang ada. (*)

Tinggalkan Balasan