2020-12-14 |  Kilas Kementerian

Untuk meningkatkan layanan pelabuhan dan keselamatan navigasi, Kementerian Perhubungan kembali membentuk tempat uji coba elektronik atau e-Pilotage. -Tes kali ini adalah tes jebakan elektronik di perairan Pelabuhan Tarakan utara Kalimantan.Tes ini merupakan yang ketiga dari empat tes mengemudi elektronik yang dilakukan oleh sistem navigasi di Maritime Traffic Services (VTS) oleh Biro Urusan Daerah. (Disnav) yaitu VTS Tanjung Priok, VTS Batam Center, VTS Tarakan dan baru-baru ini bertempat di VTS Benoa.

Dalam hal ini, Administrasi Umum Angkutan Laut telah menyiapkan rencana implementasi cepat untuk mengimplementasikan dan menguji tempat tidur panduan elektronik untuk mengoptimalkan penggunaan VTS di area navigasi untuk meningkatkan keselamatan navigasi.

Bacaan: Untuk menyesuaikan dengan standar baru, personel pelabuhan dan maritim akan melaksanakan pelatihan jangka panjang tentang peraturan sanitasi

Penerapan uji stand ketiga pe harus memungkinkan semua pihak berkontribusi untuk kelancaran kemajuan dan keberhasilan kegiatan ini sehingga Hasil implementasinya dapat menjadi acuan Lacan VTS untuk implementasi electronic trapping di Pelabuhan Tarakan melalui Ta. Pada Selasa (7/7/2020), saat pembukaan virtual test bed elektronik di perairan Pelabuhan Tarakan, Provinsi Kalimantan utara, Arif Toha, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, menjelaskan. Tujuan dari test bed adalah untuk memperoleh informasi dan evaluasi untuk mempersiapkan sarana dan prasarana, serta regulasi untuk pelaksanaan instruksi mengemudi secara elektronik berdasarkan berbagai karakteristik lalu lintas dan navigasi jalur, serta berperan sebagai VTS. Dimana implementasinya berjalan dengan lancar. Ia menginformasikan, pelaksanaan uji level informasi elektronik ini juga akan berjalan dengan lancar. Pelayanan tersebut berdasarkan evaluasi pelaksanaan sebelumnya yaitu di Tanjung Pruuk dan Batam, menurut evaluasinya pelaksanaan di Tarakan cukup sulit. Dengan bantuan tersebut, pelayanan juga akan meningkat, Arif mengatakan: “Pelayanan pelabuhan akan lebih efisien dan keselamatan navigasi akan lebih terjamin, termasuk menjaga lingkungan maritim di perairan Indonesia. Dalam sambutannya di acara tersebut, Arif juga menyampaikan bahwa hasil pelaksanaan electronic skin flight test di Pel Abuhan Tanjung Priok dan Batam sebelumnya, dan pihaknya dapat memberikan evaluasi yang baik.

Tinggalkan Balasan