2020-12-14 |  Kilas Kementerian

Asianet TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah telah mendistribusikan 1,6 juta alat kesehatan Covid-19 (Alkes) yang diproduksi melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia untuk mendukung pengobatan Covid-19. Bersamaan dengan itu akan didistribusikan dan diberikan secara gratis kepada Pokja BLK penanggulangan Covid-19, rumah sakit, lembaga keagamaan, serikat / serikat pekerja, dll., “Menteri Ketenagakerjaan Ida mengumumkan pelatihan berbasis kompetensi (PBK) angkatan kedua dan akan berpengaruh pada Covid-19. Hasil pelatihan manajemen tersebut disampaikan kepada Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), Banten, Kabupaten Serang, Selang, Selasa (21/7/2020).

Menake Ida menghadapi pandemi Covid-19, Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker) menyesuaikan kembali fokus rencana penanggulangan Covid-19 dengan mengoptimalkan fungsi BLK (UPTP BLK, UPTD BLK dan BLK masyarakat).

“BLK diundang untuk menyelenggarakan dan menyelenggarakan pelatihan manajemen dampak Covid-19, dengan tujuan untuk persiapan dan produksi Komoditas / alat yang dapat membantu masyarakat mencegah penyebaran Covid-19, ”kata Menaker Ida.

Menaker Ida mengatakan untuk mempercepat pengelolaan Covid-19 dan meningkatkan SDM di daerah, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah adalah Diperlukan. Kebijakan yang diterapkan di berbagai daerah harus sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Berbagai kebijakan yang dirumuskan merupakan bagian dari upaya membangun dan menciptakan ekosistem ekonomi nasional yang kondusif dan berdaya saing”, tegasnya. , Menaker Ida secara simbolis menyerahkan hasil pelatihan penanganan Covid-19 kepada pondok pesantren, serikat buruh, perwakilan P3MI dan peserta pelatihan PBK.

Alat kesehatan yang disediakan sebanyak 1.700 masker; 4000 masker ; 108 Hazmat; 16 wastafel portabel dan 32 sink otomatis.

“Bagi penerima manfaat yang mendapat manfaat dari pelatihan untuk mengelola dampak Covid-19, saya berharap alat-alat ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan untuk membantu masyarakat mengatasi Covid- Pada tanggal 19, katanya. — Di saat yang sama, General Manager Binalattas Bambang Satrio Lelono dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak wabah Covid-19, pihaknya telah menerapkan rencana penanggulangan Covid-19 dengan mengoptimalkan fungsi BLK. Ia mengatakan: “Pelatihan BLK bertujuan untuk menghasilkan produk kesehatan Covid-19.” Bambang Satrio Lelono menambahkan, sebanyak 8.876 peserta pelatihan BLK memberikan perbekalan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat untuk mencegah Covid-19. Pembuatan alat kesehatan melibatkan 23 UPTP BLK, 71 UPTD BLK dan 10 BLK Masyarakat.

“Hasilnya, sebanyak 1,5 juta masker, 47.000 APD, 50.000 hand sanitizer, 26.000 masker wajah, dan 1.116 sink bisa diproduksi,” ujarnya.

Bambang Satrio menjelaskan bahwa hasil pelatihan penanganan dampak Covid-19 di BBPLK Serang telah disalurkan oleh unit pengendali Covid-19 di wilayah perkotaan dan wilayah Serang, Cilegon. Politik Kabupaten Lebak dan Pandeglang memperkenalkan Wali Kota Serang Syafrudin, Walikota BBPLK Serang Agung Nur Rohmad, Kepala Biro Tenaga Kerja Serang Akhmad Benbela, dan Satgas Serangan Covid-19.

Tinggalkan Balasan