2020-12-13 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan, teknologi perubahan cuaca (TMC) untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akan terus berlanjut hingga awal tahun depan.

Meski dengan musim hujan, cuaca panas dapat berlangsung hingga Januari hingga Februari 2021.

“Jika ini masalahnya, kami tidak dapat membuka TMC sebelum Oktober 2020. Kami harus terus mengamati TMC sambil mengamati situasi sampai tidak ada” jika perlu, “dia memimpin pelaksanaan operasi TMC Rapat evaluasi menyebutkan bahwa pertemuan tersebut sebenarnya dilaksanakan pada Selasa (25/8/2020).

Hal tersebut menunjukkan adanya teknologi pembacaan tanda-tanda alam yang perlu benar-benar dioptimalkan dan pakar iklim IPB University Mahasiswa akan memantau dan mengembangkan teori dan teknologi. Mendukung logika pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Dalam kesempatan ini, Ruandha Agung Sugardiman, Direktur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menanggulangi perubahan iklim, melaporkan bahwa operasi TMC telah dilakukan belum lama ini. Bulan tersebut berhasil mengurangi jumlah titik panas.

“Di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan pengawasan tanpa titik panas hampir sebulan penuh. Bersamaan dengan itu, di Kalimantan Barat, muncul beberapa titik api pada 13 Agustus 2020, dan tindakan TMC segera diselesaikan untuk mencegah kemungkinan kabut asap lintas batas. “(BPPT) Yudi Anantasena mengatakan untuk hasil terbaik sebaiknya dilakukan TMC sebelum memasuki musim kemarau.

“ Efektifitas TMC dari Juli hingga Agustus lebih rendah dibandingkan Mei dan sebelumnya. Situasinya sekarang kering. Penaburan awan sebelum musim kemarau berikutnya akan menghasilkan curah hujan yang lebih banyak, “katanya. — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui operasi TMC juga dinilai penting. Seperti yang dikatakan Deputy Director Emergency Management BNPB Dody Ruswandi, Ini lebih efektif dalam hal pengeluaran anggaran.

Tinggalkan Balasan