2020-12-13 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan membantu PT dalam membayar santunan melalui Administrasi Umum Navigasi dan Kelautan. BSM Crew Service Center di Indonesia diperuntukkan bagi keluarga pelaut yang meninggal di kapal.

Direktur Navigasi dan Kelautan Hermanta mengungkapkan santunan kematian senilai US $ 215.000 diberikan kepada ahli waris anggota keluarga almarhum dan pelaut tersebut langsung dieksekusi oleh direktur PT. Perwakilan CSC BSM Indonesia, Akhmad Zubaidi, Administrasi Kelautan dan Navigasi, Administrasi Umum Kelautan dan perusahaan asuransi turut hadir. Sebelumnya, perseroan juga membayar sisa gaji Rp33,67.400 dan Rp 12 juta untuk biaya pemakaman. Hermanta menjelaskan. Sejak 2009, BSM CSC Indonesia. Sejak saat itu, almarhum bekerja di kapal yang dioperasikan oleh PT. BSM CSC dengan posisi teknisi listrik atau electronic technology officer (ETO).

Baca: Kementerian Perhubungan Gelar Forum di Puskoldalnas untuk Bahas Pengelolaan Tumpahan Minyak Protap di Laut — “” Pada 19 Juli 2020, Almarhum Ditugaskan Berbendera Thatha Schulte MT Singapura, Kapal Ini Itu adalah kapal terakhir tempat almarhum bekerja sebagai pelaut. Direktur CSC BSM Akhmad Zubaidi menjelaskan almarhum Sugeng meninggal dunia saat menjalankan tugasnya di kapal MT. Thalea Schulte sakit.

Batas waktunya 11 Agustus pada 11 Agustus 2020. Almarhum melapor ke penjaga jembatan. Karena sakit dada dan sedikit lemas, ia berhak istirahat di kamarnya. — Lalu, pagi-pagi almarhum bekerja seperti biasa. Pukul 12.30, saat makan siang, petugas jaga mengundang salah seorang ABK ke kamar. Almarhum kembali mengecek kamarnya. Dia sakit dan mengajaknya makan siang bersama.Namun, almarhum ditemukan tergeletak di sajadah. Akhmad awalnya perusahaan berusaha menurunkan jenazah di pelabuhan terdekat, pelabuhan Djibouti di Afrika, namun karena keterbatasan waktu dan Djibouti tidak punya kantor perwakilan Indonesia, dan rencananya dibatalkan. -Selain itu, pihak perusahaan juga berusaha membongkar jenazah. Su Geng berada di Terusan Suez di Mesir saat itu, namun Otoritas Pelabuhan Mesir menolak dan tidak memperbolehkannya untuk membongkar jenazah, “Ahe Kata Madd.

Sehubungan dengan hal tersebut, Hermanta menjelaskan bahwa tim urusan PWNI Kementerian Luar Negeri dan KBRI Mesir telah berusaha membantu mendapatkan izin yang diperlukan untuk pemindahan jenazah, namun nyatanya Otoritas Pelabuhan Mesir selalu menolak. Terakhir, dengan bantuan KJRI Istanbul, jenazah Su Jin bisa diturunkan di pelabuhan Istanbul, Turki, lalu diangkut ke Jakarta. “, Jelas Hermanta.

Baca: Meningkatkan sumber daya manusia untuk menjamin keselamatan kapal. Terkait fasilitas pelabuhan dan pelabuhan, Kemenhub memastikan 24 auditor aturan ISPS-untuk itu, Hermanta dan Aiha Mede mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kerja sama yang baik antar instansi terkait, khususnya es Kementerian Luar Negeri dan PNWI KJRI. Jendral RI di Istanbul membantu proses otorisasi dan mengawasi proses pemulangan jenazah almarhum.

“Seperti yang diketahui semua orang, hal itu terjadi di dunia. Pandemi ini berdampak signifikan pada masalah perizinan dan transportasi. Untuk itu, saya sangat berterima kasih dan berterima kasih kepada instansi / kementerian terkait atas komitmen dan kerjasamanya untuk memastikan bahwa Indonesia Hermanta menyimpulkan: “Selama karyawan kunci dapat bekerja dengan normal dan lancar, mereka harus Biarkan orang lain mendapatkan keuntungan. ” (*)

Tinggalkan Balasan