2020-12-13 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memprediksi kemungkinan bencana terkait banjir pada musim hujan 2020 hingga 2021. Direktur Jenderal Jarot Widyoko mengatakan jika mengacu pada informasi BMKG tentang La Nina, hal ini mengakibatkan curah hujan meningkat 30% hingga 40% di beberapa wilayah di Indonesia, namun masih diperlukan persiapan. Sulawesi dan Maluku, “kata Yarra dalam jumpa pers virtual, Jumat (16/10/2020).

Terkait status infrastruktur sumber daya alam, kondisi waduk saat ini sebanyak 242 bendungan. , Dengan total kapasitas tampungan 7,2 miliar meter kubik dan saat ini berisi waduk, sudah terisi 2,8 miliar meter, sehingga kapasitas tampungan tersisa 4,4 miliar meter.

“Dari 61 bendungan yang akan dibangun, 43 akan digunakan untuk mengurangi Banjir berkurang 13.458,33 meter kubik per detik. Rincian dari 43 bendungan tersebut antara lain 9 bendungan Sumatera, 24 bendungan Jawa, 4 bendungan Kalimantan, 9 bendungan Sulawesi dan 3 bendungan Bali. Ia mengatakan: “Bendungan Nusa Tenggara (Nusa Tenggara) 11 dan Bendungan Maluku (Maluku) 11”. Direktorat Jenderal Sumber Daya Alam telah bekerja sama dengan sejumlah instansi termasuk BMKG selama 10 hari ke depan. Mempersiapkan prakiraan curah hujan. Hal ini dilakukan untuk mengatur ketinggian air di waduk sehingga ada penampungan air untuk pengendalian banjir.

“Untuk persiapan alat dan material pengendali banjir, saat ini terdapat 327.963 karung pasir, 15.902 kantong geologi, 65.274 keramba batu, 102 TPA. Truk, 13 van, 13 trailer, 138 Ekskavator, 49 ekskavator amfibi, 51 pompa bergerak, 60 perahu karet, dan 18 mesin tempel tersedia di mana-mana – Balai Besar Sungai Wilayah (BBWS), ”jelasnya.

Pekerjaan persiapan jangka panjang lainnya adalah membangun sistem tanggap cepat sehingga publik dapat melaporkan situasi yang relevan atau melaporkan kejadian banjir yang dapat dikirim melalui Western Australia Centre. Stasiun pendukung SDA akan menerima pesan tersebut dan meneruskannya ke stasiun peringatan banjir masing-masing dengan sapu, yang juga akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti BNPB, BPBD dan pemerintah daerah untuk memastikan pengelolaan bersama. Jarrot menyimpulkan bahwa selama musim hujan 2020-2021, Biro Sumber Daya Alam kami siap dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan bencana dalam menghadapi kemungkinan banjir. (***)

Tinggalkan Balasan