2020-12-13 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Desa, Daerah Miskin, dan Imigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, Rencana Kerja Tunai Intensif (PKTD) akan menyisihkan 41 triliun rupiah untuk dana pedesaan. maksimalkan. — Sebelumnya, Dana Desa difokuskan pada pengelolaan Covid-19 dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Usai penyelenggaraan BLT, kami akan fokus pada dana desa yang masih bisa digunakan di desa-desa sekitar Rp 41 triliun. Diperkirakan ini akan menjadi reporter virtual yang digelar Menteri Harim di Jakarta pada Selasa 28 Juli 2020. Menurut penerimaannya, seperti yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS), antara Maret 2019 hingga Maret 2020, angka kemiskinan pedesaan turun menjadi 0,03%. Berbeda dengan angka kemiskinan di perkotaan, negara-negara sekutu mengalami peningkatan sebesar 0,69%. UNY Honoris Causa menyampaikan bahwa akibatnya pada Maret 2020 kemiskinan akan berkurang.

Baca: Tenaga Tunai Pedesaan, Mesin Penggerak Ekonomi Pedesaan-PKTD sendiri sudah masuk ke bidang ekonomi. Pada 27 Juli 2020, rencananya menyerap 785.845 laki-laki dan 54.870 perempuan.Bidang ini menyangkut konstruksi, pertanian dan perkebunan, listrik-air-gas-limbah, katering dan pariwisata serta bidang lainnya. — Baca: Mantan Menteri Keuangan ini mengusulkan kenaikan BLT menjadi Rp 1 juta untuk memerangi Covid-19

Instruksi agar tetap fokus pada penggunaan dana desa untuk PKTD-lanjutan-muncul dalam surat edaran Menteri Perdesaan, Pembangunan Daerah Miskin dan 2020 15 tahun masalah keimigrasian, melibatkan kerja tunai intensif di pedesaan dan pemberdayaan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Katanya. (*)

Tinggalkan Balasan