2020-12-12 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) memberikan bantuan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah Siti Sadiah (45) binti Sanusi Asfi melalui Kantor Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Asing (PPTKLN) di tempat tinggal RT 009/03. Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundey, Kabupaten Negara, Selasa (22/9/2020).

Kementerian Ketenagakerjaan telah mengalokasikan Rp 10 juta untuk bantuan dana pengerukan guna meringankan beban Siti Sadiah. Dikirim kembali ke Indonesia dari Taiwan pada 16 Juni 2020 karena kanker payudara. -PPTKLN Direktur Kemnaker Eva Trisiana (Eva Trisiana) mengatakan, Selasa (22/9/2020), “Dana fasilitasi bantuan yang diberikan untuk Siti Sadiah ini bertujuan untuk mengurangi beban biaya pengobatan. Salah satu bentuk kepedulian. Lindungi pemerintah dengan memberikan PMI. Terutama terkait masalah PMI kesehatan atau hal-hal lain yang tidak dapat ditanggung oleh jaminan sosial, karena Siti Sadiah dipulangkan ke Tanah Air karena kanker payudara.

“Untuk itulah, saat terjadi pandemi, kami mengimbau Semua perusahaan investasi PMI mengambil tindakan yang tepat. “Sebelum, selama, dan setelah bekerja berperan aktif dalam melindungi PMI, terutama mencegah penyebaran Covid-19,” kata Eva. Untuk mengurangi beban biaya pengobatan, seharusnya juga digunakan sebagai modal komersial. Pasalnya, sejak suaminya meninggal 10 tahun silam, Siti Sadiah menjadi tulang punggung keluarga yang membesarkan empat orang anak.

Siti Saadah mengaku memiliki kontrak kerja selama tiga tahun di Taiwan dan Amerika Serikat. Siti Sadiah akan berakhir pada Mei 2021. Sebagai orang tua tunggal, Siti Sadiah terpaksa berjualan online saat dipulangkan ke Indonesia untuk membesarkan empat anak.

“Saya membantu memposting pakaian dan sandal teman saya. Di Arab Saudi, 2009-2011.

Pada 16 September, Siti Saadah menjalani kemoterapi pertamanya. Ia mengaku akan kembali ke markas pada 28 September 2020. Sebelum menjalani kemoterapi kedua di RS Sentosa, Bandung, Jawa Barat (7 Oktober) — Siti Saadah Dikatakan harus menjalani 3 kali kemoterapi sebelum dan sesudah operasi, dan biaya setiap kemoterapi hampir Rp 1 juta. “Terima kasih kepada Kemnak. Bantuan ini sangat membantu bolak-balik di RS Sentosa, terutama untuk mengganti obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Saya tidak perlu mengucapkan terima kasih lagi. Siti Sadiah mengatakan: Selama pandemi, Kementerian Ketenagakerjaan hadir untuk memfasilitasi pendanaan SMI yang bermasalah. -Lily menambahkan, PBM siap bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi masalah TKI di dalam dan luar negeri.

Tinggalkan Balasan