2020-12-12 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) melaporkan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) sedang menyusun rencana untuk menghadapi kemungkinan krisis pangan global. Karena wabah Covid 19 yang sedang berlangsung, krisis diperkirakan akan melanda dunia. -Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, rencana tersebut meliputi promosi penanaman secara serentak dan kemudian penyediaan sarana produksi, pendanaan dari KUR untuk usaha pertanian dan bantuan keuangan kepada petani kecil. Tujuan kami adalah meningkatkan produksi pangan sekitar 7%. Menteri Pertanian harus berbicara pada jumpa pers dengan Menteri Luar Negeri di Jakarta pada Kamis (4/6). “Menurut Menteri Pertanian SYL, saat ini ada 11 negara. Bahan makanan pokok mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Sebelas diantaranya beras, jagung, bawang merah, bawang putih, paprika merah besar, paprika terbang, daging sapi, ayam, telur, gula, dan minyak goreng. -Ketika melaksanakan semua kebijakan tersebut, pemerintah menyatakan ada tiga tahap pembangunan.

Tahap pertama adalah agenda jangka pendek, agenda jangka menengah, dan ketiga adalah agenda jangka panjang.

“Kebijakan dan program ini diharapkan , Dipercepat dan fokus. Ia mengatakan menanggapi kerusakan yang disebabkan oleh “pandemi Covid-19, namun tetap dalam kebijakan dan rencana yang dirumuskan dalam rencana Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Seperti kita ketahui bersama, Kementerian Pertanian telah melaksanakan berbagai kebijakan dan rencana peningkatan produksi sesuai dengan “Visi Pertanian 2020-2024”. — Visi tersebut meliputi terwujudnya pertanian maju, mandiri dan modern berdasarkan asas saling menguntungkan. (*)

Tinggalkan Balasan