2020-12-12 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Indonesia terus mendapatkan pengakuan global atas keberhasilannya menurunkan emisi gas rumah kaca dengan mengurangi deforestasi dan degradasi hutan (REDD +).

Pengakuan dilakukan melalui persetujuan 103,8 juta dana pembayaran berbasis hasil (RBP) Dana Iklim Hijau (GCF). Sebelumnya, Indonesia juga menerima pendanaan sebesar US $ 56 juta di bawah rencana RBP Norwegia. , Apakah setara dengan 3 juta ton karbon dioksida (tCO2eq).

Indonesia adalah negara terbesar yang menerima pembayaran dari GCF berdasarkan rencana RBP, jauh melampaui Brasil yang menerima pendanaan sebesar US $ 96,5 juta. Indonesia merupakan negara kelima yang berhasil memasuki program percontohan senilai US $ 500 juta.

Keberhasilan pembayaran untuk pengurangan emisi REDD + berbasis hasil ini telah diverifikasi oleh tim teknis independen yang ditunjuk oleh Sekretariat UNFCCC. Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengatakan pada konferensi pers virtual: “Ini bukan pernyataan Indonesia. Ini sepihak, tetapi memverifikasi keakuratan data dan konsistensi metode. Laporannya juga terbuka untuk umum. ”Bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Sri Mulyani Indrawati) pada Kamis (27/8/2020) .- Laju deforestasi bersih Indonesia dari waktu ke waktu Dalam kurun waktu 1996-2000 telah mencapai angka tertinggi 3,51 juta hektar per tahun. Melalui berbagai intervensi kebijakan, seperti penangguhan izin sebelumnya walikota dan lahan gambut, laju deforestasi di Indonesia terus menurun hingga mencapai Minimal 400.000 jam hektar / tahun.

Seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 11,8 juta area terbakar antara tahun 1997 dan 1998. Akibat fenomena El Niño, terjadi peningkatan pada tahun 2015, dan kebakaran hutan dan lahan dapat dikendalikan pada tahun 2016-2018. Paradigma kerja telah bergeser dari pemadaman listrik ke kontrol.

Pemerintah berhasil secara terus menerus menurunkan laju deforestasi melalui serangkaian langkah dan kebijakan. . Seperti restorasi hutan dan lahan, aforestasi / aforestasi, perlindungan dan pengamanan kawasan hutan lindung, perlindungan dan pengamanan kawasan hutan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, penegakan hukum, SVLK, perhutanan sosial dan berbagai program lainnya. Komitmen pembayaran GCF mencerminkan komitmen Indonesia terhadap perubahan iklim dan kepercayaan yang tumbuh di negara dan komunitas internasional.

Tinggalkan Balasan