2020-12-12 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengimbau perusahaan untuk melindungi pekerja dalam semua aktivitas bisnisnya, termasuk saat menerapkan perjanjian kesehatan kerja.

“Sebagai kebiasaan baru atau spesifikasi baru, kami masih sangat sulit untuk dicapai. Tetapi suka atau tidak suka, Anda harus melakukannya, karena sejauh ini belum ditemukan perangkat lunak antivirus anti-Covid-19,” Menaker Ida di sela-sela acara untuk meningkatkan tindakan pencegahan, kabar penyebaran Covid-19 di tempat kerja PT Bina Busana Internusa Semarang, Jawa Tengah, (Jumat, 19/6/2020)

Menaker Ida meyakini hal itu. Penerapan protokol kesehatan meliputi pemeriksaan suhu tubuh secara rutin terutama sebelum masuk ke tempat kerja, cuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, serta memastikan jarak fisik 1-2 meter sebelum menggunakan APD berupa masker dan sarung tangan. Covid-19 lebih mudah dan nyaman. Lebih murah lebih baik daripada pengobatan.

Belum lagi dampak ekonomi dan sosial dari mereka yang terpapar Covid-19.

“Sekali lagi, kita semua harus menyadari bahwa kita harus mengikuti prosedur kesehatan Tindakan disipliner oleh diri Anda sendiri dan lingkungan. Setelah dipaksakan, lama-kelamaan jadi kebiasaan, ”ucapnya.

Pekerja. Bina Busana Internusa akan meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tempat kerja.” Saat itu, Menaker juga menyatakan hal itu dalam Covid-19 Dalam masa pemulihan pasca pandemi -19, pemerintah mengajak dunia usaha secara bertahap kembali beroperasi agar denyut perekonomian berangsur-angsur kembali normal.

Namun, perjanjian kesehatan tidak boleh diabaikan saat melakukan aktivitas. Ia menjelaskan, pada saat yang sama, keselamatan pekerja juga harus terjamin saat bekerja.

Menurutnya, perusahaan yang menjadi sasaran sidak telah menetapkan prosedur higiene, seperti jam kerja departemen. (Shift) karyawan, sehingga tidak peduli apakah mereka akan pergi, istirahat atau setelah bekerja, mereka tidak akan menumpuk. n Bergerak seperti ini. Saya juga ingin memastikan bahwa hak-hak pekerja dihormati melalui pekerjaan normal, “Tamer Ida menyimpulkan. (*)

Tinggalkan Balasan