2020-12-12 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Aliansi Berjenjang Kemenpora harus menjadi landasan yang kokoh bagi perkembangan pemain muda Indonesia.

Demikian pesan yang ditegaskan Menpora Zainudin Amali saat membuka Aliansi Berjenjang Kemenpora Virtual Kongkow dalam keadaan Senin (15/6) / 2020) Sore harinya, ruang rapat di lantai 9 Kemenpora, Jakarta.

Raden Isnanta, wakil perwakilan budaya olahraga, dan staf tetap Mahfudin Nigara, utusan khusus untuk pengembangan dan realisasi olahraga, turut berpartisipasi dalam acara ini. — Dulu, Menpora berterima kasih kepada seluruh peserta.Sampai saat ini masih menjadi tempat memimpin beberapa level liga dari Kemenpora hingga operator pusat U-12, U-14, U-16, U-17 putri, U -21 dan 34 koordinator provinsi atau regional di semua tingkatan. Terima kasih kepada bapak ibu semua yang telah berpartisipasi dalam acara ini, ”ungkapnya-di sela-sela acara, Menpola menyampaikan bahwa Dinas Pemuda dan Olahraga memiliki pelatih dari liga multi level yang berjalan secara teratur. Menteri Pemuda dan Olahraga mengatakan: “Kedepannya, liga setingkat Kemenpora ini akan kita perkuat lagi karena kita punya arahan presiden percepatan persepakbolaan nasional yang merupakan landasan kokoh bagi perkembangan sepak bola nasional”.

Menurutnya, tanpa pengawasan dari anak-anak muda, mustahil memperoleh bakat sepakbola Indonesia yang berprestasi.

“Kita perlu memperhatikan perkembangan anak-anak muda, dan kita siap meletakkan landasan bagi semua olah raga anak-anak. Perkembangan itu harus sukses dan lebih baik lagi. Kita bersyukur dan bersyukur, dan kita juga menaruh harapan yang tinggi kepada semua peserta, dan semoga bisa mendorong mereka sejak dini Dan kembangkan sepak bola kita. “-Menpora berharap bahwa di bawah bimbingan calon presiden negara ini, pelatihan sepak bola bisa lebih baik lagi. – “Tujuan terakhir kami adalah membentuk tim nasional yang kuat, dan itu berasal dari bakat-bakat muda kami. Saya berharap para pemain kami akan mendominasi semua klub di La Liga 1 dan La Liga 2, dan tidak menghentikan penduduk setempat dengan cara lain. Kesempatan pemain untuk tampil. Di tim inti, ”ujar menteri kelahiran Gorontalo itu. (*)

Tinggalkan Balasan