2020-12-12 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim), mencapai percepatan tanam padi pada musim tanam kedua atau musim kemarau / kemarau untuk menjaga ketahanan pangan. Langkah menghindari krisis pangan pasca pandemi COVID 19, bahkan FAO memperingatkan bahwa dunia akan mengalami krisis pangan akibat pandemi ini. Kata Hoffafa dalam acara promosi penanaman padi di Bupati Tulugagong Maritoto Birovo dan Sekda Jatim Hru Jahono dan Falkopida Tulonggagong, Minggu. (7/6) Di Kec. Khofifah, sistem tanam Jajar legowo varietas inpari 42 digunakan langsung untuk pembenihan padi, ia mencontohkan, kampanye percepatan tanam untuk memperkuat kemandirian pangan di Jawa Timur dan di tingkat nasional. Dorongan percepatan tanam padi. ​​Ia mengatakan hal itu sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang mewajibkan pemerintah daerah toko pangan di daerahnya mempercepat periode ini. Masa tanam padi kedua. Kelima daerah itu Lima wilayah penyimpanan pangan termasuk provinsi Tulongong, Agavi, Namgan, Tuban dan Jambat Jawa juga merupakan zona penyangga bagi 16 provinsi di Indonesia bagian timur.

“Jawa Timur merupakan zona penyangga bagi 16 provinsi Dijelaskannya, di Indonesia, khususnya di wilayah timur, hampir 80% kebutuhan logistiknya dipenuhi oleh Jawa Timur.

Untuk mencapai hasil terbaik, Kefafah juga menunjuk Kementerian Pertanian Jawa Timur. Penanggung jawab dan penanggung jawab Kementerian Pertanian. Tim memantau langsung masa tanam di masing-masing areal yang merupakan lumbung gabah di Provinsi Jawa Timur.

“Kami berharap sejak masa tanam hingga masa panen, hasil dan harga tidak terpengaruh. Persaingan juga sengit, ”katanya. Saat ini luas panen pada semester I 2020 sudah 1.120.153 hektare.

Tinggalkan Balasan