2020-12-12 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan komunikasi secara sistematis dan terintegrasi untuk mendukung pelaksanaan TSS di Selat Lombok pada 1 Juli 2020, Kementerian Perhubungan dan instansi maritim terkait kembali merealisasikan pelaksanaan TSS di Selat Lombok (TS ) Sebelum TSS diberlakukan, personel pemeliharaan Apple akan menurunkan kapal dan personel milik negara dalam rangka patroli dan penegakan hukum.

The He Strait dan the Lombok Strait terletak di perairan yang tercatat sebagai kepulauan Indonesia atau jalur laut ALKI I dan ALKI II, lalu lintas di kawasan ini sangat padat. Sementara itu, Selat Lombok sendiri merupakan jalur transportasi internasional, karena adanya kawasan wisata di sekitarnya, kepadatannya tinggi. Di sekitar Selat Lombok terdapat Taman Wisata Bahari Gili Matera dan Cagar Sumber Daya Laut Nusa Penida. – “Untuk menjamin terlaksananya pekerjaan implementasi, TSS dapat berjalan dengan baik khususnya di Selat Lombok. Dari sisi penegakan hukum, kami menyiapkan TSS Lombok dengan menyusun on site patrols and lawcement operating procedure system (SOP). Keselamatan jalan di selat, menurunkan kapal patroli KPLP beserta personelnya, serta memantau juga keselamatan selat. Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dibacakan penanggung jawab Otoritas Pelabuhan Tanjong Perak. Dalam hal ini, Indonesia mencatatkan cerita baru Disebut Ne, karena negara kepulauan pertama di dunia ini memiliki sistem pemisah lalu lintas atau TSS di Selat Kepulauan, yaitu Selat He dan Selat Lombok. Pada Juni 2019, TSS diputuskan oleh International Maritime Organization (IMO) dan akan dirilis pada tahun 2020. Ini akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2005.

“Melalui penetapan TSS, keselamatan navigasi di Selat Sunta dan Selat Lombok serta perlindungan lingkungan laut dapat terlaksana dengan baik. Bapak Dari mengatakan: “Hal ini akan mempertahankan dan pada akhirnya berdampak positif bagi Indonesia, serta meningkatkan citra Indonesia di mata dunia internasional untuk mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi poros samudra global. Kebanggaan Indonesia, khususnya peran Kementerian Perhubungan sebagai IMO Usulan TSS Selat dan Lombok pada kancah maritim global telah dipertahankan oleh Administrasi Maritim selama lebih dari dua tahun.Selain itu, Kementerian Perhubungan juga telah mengesahkan SK Menteri Perhubungan 2020 KM 129, yang menyangkut pengendalian jaringan jalan di Selat Lombok, dan SK KM 130 Tahun 2020, tentang Penetapan Jaringan Jalan Selat Sunda Selat Lombok meliputi Penyiapan Sarana dan Prasarana Vessel Traffic Services (VTS), Alat Bantu Navigasi (SBNP), dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (RH) VTS Situasi, dan penyusunan juklak navigasi, ”kata Pak Dahri. – -Setelah aksi unjuk rasa dilaksanakan, para juara pasukan yang turut serta dalam acara tersebut, pimpinan Haiji II dan Pembela Pantai Tanjong Perak (PPLP) Mulyadi juga menurunkan 2 (dua) kapal perang nasional KN. Chundamani P-116 dan KN. Selama kapal Grantin P-211 beserta personelnya melaksanakan TSS di Selat Lombok, mereka menjalankan tugas keselamatan dan penegakan hukum di laut, serta memperhatikan perjanjian sanitasi di jaga. Sebuah tugas yang luhur: “Pak Esperon, staf akan dapat melakukan tugas ini dengan serius dan bertanggung jawab, dengan mengutamakan keselamatan. Dia berkata:” Pastikan navigasi yang aman saat bertugas.

Ia meyakini sejak diberlakukannya TSS Selat Sunda dan Selat Lombok pada 1 Juli 2020, Indonesia siap melayani masyarakat maritim dunia.Ini merupakan peran aktif dan kontribusi nyata Kementerian Perhubungan di bidang ini. Mendukung peningkatan keselamatan dan keamanan navigasi, dan perlindungan lingkungan laut perairan Indonesia, serta terwujudnya Indonesia sebagai poros samudra dunia. T’s SSS patrol and lawcementElat Lombok dan lainnya antara lain Kapolda Jawa Timur Panglima Lantamal V Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjong Perak Panglima Tembekang-2 Surabaya, Komisaris Besar PT Surara Baba, dan Wakil Direktur Utama PT. Pelindo III Jawa Timur, Presiden DPC INSA Surabaya, dan seluruh UPT Tata Laut Daerah Jawa Timur. (*)

Tinggalkan Balasan