2020-12-11 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA-Dalam rangka mengkoordinasikan dan mengevaluasi berbagai isu dan isu strategis yang menjadi tanggung jawab dan tanggung jawab perintis bidang transportasi laut, Badan Penyelenggara Angkutan Laut Kementerian Perhubungan melalui Badan Angkutan dan Angkutan Laut menyelenggarakan Koordinasi Nasional Penyelamatan dan Angkutan Laut 2020. Konferensi .

Rapat koordinasi nasional ini akan diadakan di Wyndham mulai tanggal 7 Juli hingga 9 Oktober 2020. Tema 3 hari Hotel Surabaya adalah “Transportasi Perintis, Yang Untuk Yang Tertinggal, Terpencil dan Paling Banyak Pelopor dalam memberikan layanan transportasi di daerah pinggiran dan perbatasan untuk menjalin konektivitas dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ”. Sebagai penilaian atas penyelenggaraan angkutan perintis di Indonesia, diketahui bahwa angkutan perintis telah dilakukan sejak zaman dahulu, tahun ini Kementerian Perhubungan menyelenggarakan tidak kurang dari 110 trayek angkutan laut perintis yang mana 45 trayeknya dilalui untuk PT. Mekanisme kepemilikan PELNI (Persero), pihak swasta telah melaksanakan 65 trayek melalui mekanisme lelang umum, ”ujar R. Agus H. Purnomo, General Manager Departemen Perkapalan, dalam video conference. -Argus lebih lanjut menuturkan dengan penyelenggaraan ini berskala nasional. Rakor tersebut berharap para pionir transportasi laut dapat mencapai tujuan yang diharapkan, antara lain dapat menghubungkan daerah-daerah yang masih tertinggal dan / atau terpencil dengan batas-batas terluar yang belum berkembang menjadi daerah maju atau maju. , Serta belum memadainya wilayah sambungan dengan moda transportasi lain dan angkutan laut di wilayah sambungan, para penyelenggara kegiatan angkutan sungai dan danau pedalaman atau angkutan penyeberangan masih belum dapat memperoleh keuntungan dari angkutan niaga.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Jasa Angkutan Laut Perintis bukanlah masyarakat Alat yang sangat dibutuhkan, angkutan laut perintis ini telah beroperasi selama puluhan tahun. Jembatan Pejalan Kaki Abu Gay membantu mobilisasi penumpang dan menghubungkan pulau-pulau di Indonesia pada tahun 2009, “kata Argus -“ Selain itu, kata Argus, oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus bekerja keras melakukan evaluasi dan koordinasi agar pelayanan transportasi perintis bisa lebih baik lagi. Untuk berlari. , Rapi, rapi, aman dan halus. Kapten Anthony Arif Priadi, Magister Kedokteran. Sebagaimana yang dikatakan oleh ketua panitia penyelenggara dalam laporannya, maksud dan tujuan penyelenggaraan musyawarah nasional ini adalah untuk mengoptimalkan efisiensi pelayanan dan jaringan Jalur Perintis, serta memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan terkait pengoperasian kapal Perintis, dan untuk memperoleh Kontribusi semua pihak yang terlibat dalam peningkatan pelayanan transportasi. Samudera perintis bagi penduduk yang masih terbelakang, terpencil, terluar, perbatasan dan tertinggal. Terus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas antar masyarakat di 3TP, daerah tertinggal, terpencil dan terluar serta daerah perbatasan, serta meningkatkan perekonomian, dan menjadi daerah baru, sehingga memperkuat rasa persatuan di wilayah NKRI. Di Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena pemerintah pusat dan pemerintah daerah selalu mendukung pembangunan ekonomi masyarakat, pernyataan ini tertuang dalam laporan ketua panitia: “Anthony. Perkuat kerjasama antara kantor pusat dan para pejabat UPT Dinas Perhubungan Laut dan Pemda, Selain pemangku kepentingan yang memiliki pengalaman luas dalam menangani masalah transportasi Laut Perintis, mereka adalah Operator Kapal Perintis.

Isu terkini terkait transportasi Laut Perintis Karena pandemi Covid-19 belum berakhir, semua metode transportasi perlu ditingkatkan Peraturan sanitasi internal mendesak departemen layanan penumpang, termasuk Kapal Perintis, untuk selalu mengadopsi prosedur operasi standar (SOP) untuk mengatur mekanisme layanan maritim untuk transportasi selama pandemi Covid-19.

Tinggalkan Balasan