2020-12-11 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah melakukan dialog virtual dengan Forum Perdana Menteri Indonesia (IRF) di Jakarta, dan berdialog tentang konten UU Cipta Kerja pada Minggu malam (11 Oktober 2020). -Dalam kesempatan ini, hadir dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Rektor 24 PTN dan Swasta yang dipimpin oleh Presiden FRI dan Presiden IPB Arif Satria.

Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah a menjelaskan ada empat hal yang mendesak, yakni “UU Cipta Kerja” yang baru saja disahkan DPR menjadi undang-undang (UU).

Pertama, lakukan pekerjaan mobilisasi lapangan di negara lain. Kedua, dibandingkan dengan negara lain, daya saing pencari kerja relatif rendah. Ketiga, jumlah pengangguran / pengangguran akan semakin tinggi Keempat, Indonesia terjebak pada middle income trap.

Selain itu, Menteri Ketenagakerjaan juga menjelaskan secara detail kesalahpahaman masyarakat terhadap UU Cipta Karya. . -Ketua FRI dan Perdana Menteri Institut Penelitian Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria (Arif Satria) secara aktif menyambut baik Forum Presiden maupun pemerintah.

Pertemuan ini sangat penting untuk memperkuat pertukaran dan persahabatan dengan Afrika. Lebih memahami konten undang-undang penciptaan lapangan kerja. Ia mengatakan: “Ini adalah kesempatan besar bagi perdana menteri untuk memberikan masukan kepada pemerintah tentang substansi dan aspek hukum dari undang-undang penciptaan lapangan kerja.” — Dialog dengan para perdana menteri berlangsung dengan antusias dan penuh tekad. Kepala sekolah memuji langkah Maynack menjalin hubungan dengan kampus melalui kepala sekolah.

Menurut mereka, ini adalah pertama kalinya kepala sekolah diundang untuk membahas secara rinci esensi undang-undang penciptaan lapangan kerja, dan mengklarifikasi banyak kesalahan yang tersebar luas. — Perdana menteri juga meminta Republik Demokratik Rakyat untuk secara resmi menyerahkan kepada pemerintah undang-undang tentang penciptaan lapangan kerja. Mereka juga harus menerimanya.

“Dengan adanya UU Cipta Kerja, kami berharap dapat mengubah struktur ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja,” jelas Menaker Ida.

Belum lagi, 7,05 juta orang menganggur pada 2019, dan 3,5 juta orang menganggur akibat pandemi Kovid. -Selain dengan Rektor IPB, setelah berdiskusi dengan UGM, UTI, Universitas Al-Azhar, Unessa, Perbanas, Unand Padang, Untan, Ketua STIKES Mitra Keluarga, Ketua Sidang Umum PBB, UNP, Unimal, ITB-AD, ISBI Bandung, UNP Padang, Universitas Telekomunikasi, Direktur Poltek Pos, UIN Jakarta, Rektor Unsrat, Un Braw Malang, Unila, Univ. Al Ghifari Bandung dan Universitas Pertamina. (*)

Tinggalkan Balasan