2020-12-11 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka membantu perekonomian masyarakat khususnya yang terkena pandemi Covid-19, Markas Besar Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan terus melaksanakan pekerjaan unit pelaksana rencana padat karya (UPT) di Indonesia di berbagai bidang Kementerian Teknologi. Rencana kerja yang disusun oleh area navigasi tingkat pertama Dumai dan ratusan orang dari 7 ruas jalan di Dumai tersebut berpartisipasi dalam kegiatan pemeliharaan dan pemeliharaan 5 fasilitas di area navigasi. Mulai Sabtu (05/09/2020), kursus kelas I 5 hari di Dumai – Direktur Hengki Angkasawan dari Departemen Navigasi, H. Syahrul Aidi Maazat dan Anggota Panitia Dumai dari Panitia V DPR-RI Sekretaris Daerah Kota SM Herdi Solioso.

Hengki Angkasawan dalam sambutannya mengatakan, selain membantu pembangunan ekonomi masyarakat yang terkena pandemi Covid-19, kegiatan intensitas tinggi juga melibatkan gaya hidup produktif dan menciptakan lebih banyak kondisi lingkungan. Hengki mengatakan: “Oleh karena itu, kegiatan padat karya ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberdayaan masyarakat, serta melaksanakan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar pelabuhan.” — Bersamaan dengan itu, Raymond Ivan HA Sianturi, Direktur Zona Navigasi Level I Dalam laporannya, kegiatan padat karya kawasan navigasi setingkat Dumai I akan dilakukan di berbagai instansi di kawasan navigasi setingkat Dumai I, dan batas waktu pelaksanaannya adalah 5 (lima) hari dengan melibatkan masyarakat sekitar yang berjumlah kurang lebih 235 orang. Tentunya saat melakukan kegiatan padat karya, mohon memperhatikan kesepakatan sanitasi agar dapat menentukan rantai distribusi Convid-19 saya, “kata Raymond.” — Dengan terlaksananya kegiatan padat karya ini, saya berharap bisa Hal ini dimungkinkan untuk membantu masyarakat selama pandemi Covid-19 karena acara tersebut akan memberikan solusi untuk menunjang kehidupan ekonomi mereka dengan mempertimbangkan dan memprioritaskan mereka yang tidak memiliki keahlian khusus, yang sudah lama tidak bekerja dan yang juga membutuhkan bantuan.

“Kami berharap dengan melibatkan masyarakat dalam program padat karya, kami dapat membantu mengurangi jumlah pengangguran, melakukan kegiatan sosial dan membangun rasa solidaritas, gotong royong dan partisipasi masyarakat, Raymond menyimpulkan:” Selama pandemi Covid-19 , Pemerintah berencana untuk berpartisipasi dalam rencana tersebut. “

Tinggalkan Balasan