2020-12-11 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Salah satu penyebab gejolak sosial politik pada pemilu periode yang sama tahun 2020 adalah masifnya penyebaran informasi dan hoax yang tidak benar.

JohnnyG, Menteri Komunikasi dan Komputasi. Plate kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan ruang digital terlindungi dari penyebaran informasi palsu dan hoax selama Pemilu 2020. Komitmen ini juga sebagai bentuk tanggung jawab kerja sama Kominfo dengan Bawaslu dan KPU. Komunikasi dan informasi.Pada pandemi Covid-19, terdapat kebutuhan mendesak akan ruang digital sebagai media kampanye bagi masing-masing kandidat.Oleh karena itu, Menkominfo mengimbau para kandidat untuk menggunakan kampanye aktif yang bertentangan dengan ide dan rencana- Ia mengatakan, ruang digital adalah cara paling efektif untuk berolahraga karena tidak mendorong orang untuk berkumpul atau mengumpulkan banyak orang di lapangan seperti olahraga sebelumnya. Sekarang era penggunaan ruang digital untuk berkampanye, semua platform bisa digunakan. Tugas kita adalah memantau dan memastikan kualitas jaringan guna melaksanakan pemilu serentak di tahun 2019 untuk “menjaga kualitas tinggi meski saat pandemi”, dan sekali lagi diumumkan Menteri Komunikasi dan Informatika. — Komite Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan revisi aturan yang melarang kegiatan kampanye dengan mengumpulkan banyak orang seperti unjuk rasa dan konser, serta membatasi pertemuan tatap muka. Dalam peraturan tersebut, KPU mendesak calon untuk mengutamakan kampanye online.

Kominfo bekerja sama dengan KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu terkait pengelolaan dan jejaring ruang digital pada Pilkada serentak 2020.

Tinggalkan Balasan