2020-12-11 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk memastikan ketersediaan pangan, terutama dalam pandemi yang tiada henti ini.

Usai beberapa putaran kegiatan dan kunjungan ke wilayah tersebut, pada Sabtu (05/09/2020), Menteri Pertanian melakukan kunjungan kerja dalam rangka panen padi di Desa Karang Tumaritis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu .

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan pertanian adalah sesuatu. Setiap orang di dunia selalu membutuhkannya.

“Saya sangat senang berada di lingkungan Haurgeulis ini sampai saya mengalami pasang surut,” lanjut Syahrul. Selain itu, Siarul menyampaikan bahwa Menteri Pertanian harus berkunjung ke daerah tersebut untuk mendengarkan keluhan petani dan dapat memenuhi kebutuhannya. “Dalam perjalanan ke sini, Presiden menelepon saya dan berpesan agar saya tidak mengabaikan kelestarian pertanian dan menyelesaikan persoalan Indra Mayo. Karena pertanian adalah satu-satunya sektor ekonomi yang tidak menyusut dan menjadi tumpuan kita. Syahrul menjelaskan Said .

Di saat yang sama, menyikapi kelangkaan pupuk di Indramayu saat ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berjanji segera menyelesaikan masalah tersebut.Ditemani pejabat eselon 1, Syahrul yakin hal itu akan segera diselesaikan.

“Saya sangat bangga Indramayu menjadi negara kabupaten dengan produksi beras tertinggi di Indonesia pada tahun 2019. Bahkan jika dia menghadapi tantangan. Syahrul menjelaskan banyak terjadi pengalihan lahan di sini, terutama di kawasan Pantura, namun Indramayu bisa membuktikan ketangguhannya sebagai penyumbang utama pangan negara. “Dinas pertanian juga mengimbau perbankan untuk mempermudah proses peminjaman agar petani tidak takut berhutang. Ibu-ibu tani, ini sangat penting. Syahrul menjelaskan, antusiasme petani di Indramayu masih menjadi contoh pertanian di daerah lain.

Di lokasi yang sama, Penjabat Bupati Indramayu Taufik Hidayat menyatakan, standar luas wilayah Kabupaten Indramayu adalah 122.920 sawah. Ha dan hasil beras 2019 sebesar 1.376.430 ton GKG atau setara atau setara 789.658 ton beras, dan beras provinsi tahun 2019 sebesar 6,38 ton. Hektar. Diperkirakan luas tanam dari April 2020 hingga Juli 2020 adalah 105.576 hektare. Luas panen pada 2019 seluas 365 hektare, dengan hasil 32 ton BK, dan target tanam April hingga Juli 2020 2.168 hektare.Kekurangan pupuk. “Alhamdulillah, Menteri Pertanian akan segera merespon hal ini. Terima kasih Menteri, “kata Taufik. -Di tempat yang sama, Suwandi, General Manager Dinas Tanaman Pangan, mengaku Kabupaten Indramayu sudah banyak melakukan peningkatan produksi padi dengan membantu sarana produksi dan mesin pertanian. Pangan. Tanaman mulai dari benih, menanam padi hingga bantuan mesin pertanian setelah panen, maka Suwandi berharap agar petani terus menggarap lahannya sendiri .— “Meninggalkan kami, pemerintah sedang mempertimbangkan bagaimana melakukannya,” dia — Suwandi Petani juga wajib menggunakan KUR. “Kami menyediakan KUR untuk hasil tanaman pangan. Gunakan semaksimal mungkin, terutama untuk penggilingan padi. ​​Dapat digunakan secara wajar untuk menyerap gabah petani. Harganya, ”lanjut Suwandi.

Kali ini, bantuan simbolis diberikan kepada kelompok mesin olah raga pertanian, antara lain benih padi hasil budidaya sendiri, benih jagung, pemanen gabungan Havester, Power Thereser, traktor roda empat, traktor roda dua, Obor pemotongan kultivar, pompa air, penyemprot tangan, irigasi, TPA, KUR dan AUTP. (*)

Tinggalkan Balasan