2020-12-06 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila, Menpora Zainudin Amali menggelar pidato publik tentang pemuda melalui video conference pada Senin bekerja sama dengan Pemuda Nusantara (MMN) dan Badan Pengembangan Kapasitas Kementerian Pemuda dan Pemuda (2020) siang.

Dibawah persiapan tiada henti untuk normal baru, kegiatan aktif di era digital dipandu oleh pendiri dan kepala sekolah MMN Kaisar Akhir, dengan tema “Pancasila dan Komposisi Pemuda Maritim di Era Digital”. Dibuat oleh seluruh anak bangsa, terutama anak muda, tidak lepas dari Pancasila. Mulailah menyapa seluruh peserta sebanyak 447 peserta.

Selain itu, Menpora mengapresiasi ide MMN, sekaligus menyampaikan pesan berharga bahwa jika tidak ingin tertinggal di era digital atau milenium, Anda perlu beradaptasi dengan cepat. Tertinggal dan terpinggirkan.

Selain memperkuat kapabilitas digital, MMN juga dapat memberikan empat kontribusi, yaitu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan maritim, memberikan pendidikan kemaritiman, pelatihan dan literasi bagi masyarakat, serta mengupayakan budaya maritim kearifan dan penguasaan lokal. Pemberdayaan sumber daya kelautan dan sumber daya manusia.

“Dengan berpegang teguh pada Pancasila, MMN bisa melakukan pengawasan seperti melaporkan kepada pihak berwajib bila terjadi pelanggaran maritim, dan sangat penting untuk mengedukasi masyarakat, misalnya jangan membuang sampah ke laut karena akan mencemari laut. Di lingkungan, kreativitas digital dapat digunakan: “kata Menpora.

“Sangat diharapkan MMN tidak tinggal diam seperti webinar ini. Harus ada tindak lanjut yang bisa dipromosikan melalui Program Prioritas Pemuda. Ia menambahkan, tujuan Kemenpora segera tercapai. – –Webinar ini sudah selesai, Faisal Abdullah, Penasihat Pemberdayaan Pemuda, menyampaikan kalimat terakhir yang harus dipikirkan bersama: Masalah maritim anak muda masih menjadi isu yang membutuhkan perhatian besar. — Menurut data, ini kurang dari 1% dari 67 juta pemuda Indonesia yang bergelut di bidang maritim. Ia menyimpulkan: “Tiga perempat wilayah kita adalah lautan. Banyak departemen kerja harus dilibatkan. Tanpa upaya kita, tidak akan ada keadilan sosial.

Berpartisipasi dalam rapat umum remaja webinar Zoom kali ini, staf remaja, Venno Tetelepta, TAM Syamsul Qamar dan wakil pemuda asisten pengembangan kapasitas I Gusti Putu Rake. (*)

Tinggalkan Balasan