2020-12-06 |  Kilas Kementerian

Pulau Bintan TRIBUNNEWS.COM-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Pulau Bintan, Kepulauan Riau diperkirakan menyerap 23.000 tenaga kerja. Saat ini, pengembangan kawasan ekonomi khusus sudah mencapai 80%, dan diharapkan mulai beroperasi pada 2021. Efek “, kata Airlangga Hartarto, Menteri Urusan Perekonomian. Saat kunjungan lapangan ke PT Bintan Alumina (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Bintan, Kepulauan Riau ( 26 September 2020). – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga menambahkan, rencana kawasan ekonomi khusus Galang Batang juga akan membangun industri tekstil. Nantinya, industri ini akan menyerap tenaga kerja istri atau keluarga pekerja PT BAI.

“Ini dia Cara unik yang belum banyak digunakan di berbagai pabrik, ”jelasnya. Dijelaskannya, ZES di Galang Batang saat ini sedang membangun smelter aluminium dengan output tahunan 1 juta ton. Pihaknya akan bekerjasama dengan semua pihak. Bekerja sama untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu untuk mencapai target 23.000 pekerja yang dibutuhkan

“Kami akan bekerja sama dengan daerah untuk mempercepat persiapan tenaga kerja. Kami juga akan mencari bantuan resmi eksternal. Daerah bisa kirim TKI ke daerah, ”jelasnya. Jadi technical substitusi TKA di sini. Agus Suparmanto, Kementerian Perdagangan; Jerry Sambuaga, wakilnya Menteri Perdagangan; Rosan P. Roeslani, Presiden Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Tinggalkan Balasan