2020-12-06 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah dan petani terus bekerja keras memenuhi kebutuhan pangan 267 juta rakyat Indonesia. Berbagai insentif telah diadopsi untuk melindungi petani dari ancaman dan dampak pandemi. -Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) mengatakan dalam rapat terbatas pada Kamis (28 Mei 2020) dalam conference call di Istana Merdeka Jakarta bahwa pemerintah sedang menyiapkan insentif bagi petani dan nelayan. Untuk menjaga pasokan bahan pokok, populer.

“Tujuan utama dari rencana tersebut adalah untuk mengurangi beban biaya konsumsi keluarga miskin termasuk petani dan nelayan miskin, kata Presiden. -Presiden mengatakan selain jaring pengaman sosial, pemerintah juga memberikan modal kerja dan pemulihan. Pinjaman subsidi bunga, dan melalui pemberian dana pendapatan bunga. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan rencana pemberian bantuan kepada petani, seperti Kredit Niaga Rakyat (KUR), Pembinaan Keluarga Sejahtera (Mekaar), Keuangan Ultra Mikro (UMi), Pegadaian , Bantuan dana dan permodalan. Sebagai pendorong bagi petani miskin untuk bertahan dan memelihara semangatnya.

“Petani adalah kekuatan utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Karena itu, sesuai instruksi Presiden, kita harus melindungi rakyat. Mempengaruhi keberlanjutan pertanian Indonesia. Sekitar 2,76 juta petani tergolong miskin. Sebagai anak bangsa, negara sangat prihatin dengan keadaan mereka, ”kata SYL usai panen bawang hijau di Desa Risa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.-SYL mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan kepada 2,76 juta petani miskin melalui cara-cara sebagai berikut: Uang tunai 300.000 rupiah selama tiga bulan untuk membeli jamur busuk (bibit, pupuk, pestisida, dll.). Selain itu, menurut dia, petani miskin juga akan mendapat 300.000 rupiah untuk biaya operasional. — -Agriculture Kementerian menyesuaikan kembali anggaran untuk memperkuat produksi pertanian guna menyiapkan benih / tanaman untuk mesin pertanian.

Bahkan untuk memperkuat permodalan, pemerintah juga menyiapkan Kredit Niaga Rakyat (KUR) dan mengalokasikan Rp50 triliun , Petani bisa memanfaatkannya .

“Pada pertengahan Mei, penyerapan KUR yang dibayarkan Kementerian Pertanian mencapai Rp 17 triliun. Ini sangat menggembirakan, karena insentif yang kami siapkan mendapat respon positif dari petani, ”pungkasnya. -Menteri Pertanian Syahrul menambahkan, kebijakan pangan tetap dijaga dengan percepatan tanam padi pada masa tanam (MT). Memperbaiki sistem logistik pangan nasional dengan menyiapkan stok penyangga, mendirikan lumbung padi di berbagai provinsi dan kabupaten / kota, serta mendirikan markas beras strategis di seluruh kabupaten .– “Oleh karena itu, pemerintah tidak terlalu diskriminatif dalam merumuskan kebijakan petani. Sementara itu, insentif pemerintah ditujukan kepada masyarakat, khususnya petani. . “Kita harus bersama-sama melindungi pangan Indonesia,” pungkas Menteri Pertanian. (*)

Tinggalkan Balasan