2020-12-06 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja terampil yang ditunjuk (SSW) di Jepang, Kementerian Tenaga Kerja akan melatih 480 Pekerja Kuasi Imigran Indonesia (CPMI) dari seluruh Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI), pelatihan bahasa Jepang online (online) juga bertujuan untuk meningkatkan perlindungan terhadap pekerja migran. Hal tersebut merupakan salah satu wujud dari kesepakatan yang dicapai antara pemerintah Indonesia dan Jepang melalui MoC (Memorandum of Cooperation) yang ditandatangani pada 25 Juni 2019. Pelatihan bahasa CPMI 2020 dilaksanakan pada Jumat (14/8/2020) di ruang multifungsi Kementerian Ketenagakerjaan Jakarta. — Menteri Ketenagakerjaan Ida Meng mengungkapkan bahwa dalam nota kesepahaman tersebut, Indonesia berniat untuk mengirimkan SSW ke Jepang hingga akan berjumlah 70.000 orang dalam 5 tahun ke depan. Mereka adalah salah satu dari 350.000 pekerja asing yang dibutuhkan Jepang untuk menempati 14 industri. Katanya.

Menteri Sumber Daya Manusia Ida menyadari bahwa pandemi Covid-19 telah melanda dunia, termasuk Indonesia, dan ini mempengaruhi berbagai sektor, terutama kesehatan dan ekonomi.

Keadaan ini juga berdampak pada pelatihan vokasional Prosesnya biasanya dilakukan secara offline atau tatap muka di lokasi yang sama.

“Namun, dalam situasi global saat ini, penyesuaian metodologis harus dilakukan untuk memutus rantai penularan COVID 19, terutama menggunakan metode online. Kata Menaker Ida. Ingat, Anda terpilih dari ratusan pendaftar yang berminat, ”ujarnya.

Tinggalkan Balasan