2020-12-05 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Melindungi hutan dan sumber daya alam merupakan perjuangan untuk melindungi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya (Siti Nurbaya) juga percaya bahwa kekuatan intelektual dan moral adalah kunci untuk menjaga sumber daya alam tersebut.

Hal ini diungkapkan pada seminar “Penguatan peran pihak dalam implementasi”. “Dalam rangka Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA) 2020, virtual forestry sebenarnya digelar pada Kamis (09/10/2020). Ini biasanya terindikasi dalam konteks ekonomi. Dalam hal ini, insinyur profesional dapat memainkan peran penting .

Baca: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sedang mencopot alat untuk menyelidiki kandungan lumpur longsor di Jatisampurna Bekasi- “Semuanya, Siti Nurbaya berkata:” Di jalan untuk mempromosikan pembangunan India Salah satunya mengembangkan alat dan teknologi untuk membangun Indonesia dan membentuk masa depan. ”Siti Nurbaya menegaskan, pelembagaan biologi, khususnya insinyur kehutanan, harus dipercepat dan menjadi isu utama.

Tidak ada pilihan, karena UUD 1945 juga menegaskan Pasal 33: “Tanah, air, dan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” (Pasal 3 Paragraf) dan perekonomian nasional diselenggarakan. Demokrasi ekonomi nasional berlandaskan asas persatuan, keadilan, efisiensi, keberlanjutan, pemahaman lingkungan hidup, kemandirian, dan keseimbangan antara kemajuan dan kesatuan ekonomi ”(No. 4 segmen).

FORETIKA merupakan lembaga pendidikan yang juga membahas isu kebijakan pembangunan hutan pada Forum Manajemen Senior Kehutanan Indonesia, yaitu Pengembangan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Pengelolaan Kawasan Hutan Bertujuan Khusus (KHDTK), Perhutanan Sosial, Sumber Daya Alam dan Keanekaragaman Hayati Perlindungan seksual, struktur organisasi Kementerian Kehutanan, isu lingkungan dan kehutanan, isi UU No 5/1990 dan UU No 41/1999, serta pertanian dan beberapa topik lainnya.Saat ini, FORETIKA berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan dan dunia kerja. Hubungan dan korespondensi antar standar. Kompetensi perguruan tinggi kehutanan dan salah satu tema utama yang diangkat dalam rapat anggota FORETIKA adalah penyediaan sumber daya manusia kehutanan yang handal terkait dengan insinyur profesional, yang merupakan tugas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keteknikan.

President FOReTIKA Rinekso Soekmadi menyampaikan bahwa pada pertemuan kali ini, FOReTIKA menyampaikannya pada konferensi FOReTIKA 2020 dengan dua agenda khusus yaitu workshop bertema yaitu, “penguatan para pihak di professional forest Peran Insinyur dalam pelaksanaannya “, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam hal ini adalah Badan Penelitian dan Pengembangan dan Inovasi (BLI) dan Badan Konsultasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM), serta dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). ) Telah menjalin kerjasama, khususnya Dewan Pendidikan Tinggi, Asosiasi Pengusaha Hutan India (APHI) dan Asosiasi Insinyur Indonesia (PII). Agenda kedua konferensi ini sekaligus rapat pleno FORETIKA yang akan digelar Selasa (15/9/2020).

“Kami ucapkan terima kasih, karena selama ini di setiap pertemuan FORETIKA yang telah dilakukan Rinekso mengatakan:“ Hampir selalu ada dukungan dari Menteri LHK dan Departemen LHK BP2SDM. Kami berharap melalui partisipasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Biro Pendidikan Tinggi, kerjasama ini dapat semakin diperluas. “: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendorong pemilik IPPKH untuk mempercepat pemulihan DAS hingga Desember 2020.

Tinggalkan Balasan