2020-12-05 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengkaji pengolahan produk singkong PT. BAA (Bangka Asindo Agri) juga melakukan pelonggaran ekspor turunan minyak sawit ke Jepang berupa cangkang sawit pada Sabtu (08/08).

Meneliti produk ubi kayu, Menteri Pertanian mengatakan: ubi kayu dan produk turunannya (seperti mie) dapat menjadi mesin perekonomian negara dan sumber ketahanan pangan.

“Kita punya tepung terigu, tepung sagu dan tapioka, jadi sekarang ada di mie. Pilihan makanan masyarakat Indonesia. Kita berharap ini menjadi kekuatan masa depan Indonesia,” ujar Menteri Pertanian ternama, dalam Varietas ubi kayu yang dihasilkan di Provinsi Bangka sebesar 25-28 ton / ha, dan 25-27 hektar memiliki kandungan pati yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain. BAA sendiri membutuhkan bahan baku singkong, menghasilkan 400 ton tepung tapioka setiap hari, dan mengolah produk sagu mie sagu di perusahaan tersebut. Penduduk Provinsi Bangka Belitung memiliki areal kebun singkong yang cukup luas. Di atas lahan seluas sekitar 15.000 hektar, perkebunan ubi kayu kecil dapat menyediakan 5 pabrik pati singkong di Provinsi Tongtianta, 3 diantaranya diproduksi massal.

Bersamaan dengan itu dibahas ekspor perdana sekam sawit, Menteri Pertanian secara simbolis Melepaskan cangkang sawit senilai RP 10.000 ton milik PT Bumi Agri Sejahtera. Ada 1,1 miliar di Jepang.

“Hari ini kita juga mengekspor limbah minyak sawit yang disebut cangkang sawit. Makanya tidak ada yang terbuang percuma. Bagi masyarakat Presiden Babilonia ini tentu pekerjaan luar biasa. Dengan dukungan menteri Turun, “Menteri Pertanian menyimpulkan.

Menteri Pertanian optimis jika sinergi di bidang pertanian tercapai, masyarakat pasti akan menghadapi segala kendala, termasuk dalam pandemi. Dengan begitu, kita bisa tetap tenang dalam situasi apapun, termasuk dampak Covid 19, dan Babilonia akan menyuntikkan vitalitas ke provinsi lain. Kata Menteri Pertanian.

Ali Jamil, Direktur Biro Karantina Pertanian, menambahkan setelah lada, sawit, karet dan batang sawit, cangkang sawit, dan lini produk lainnya juga ditambahkan berbagai produk baru berkualitas tinggi yang diekspor dari Babylon.-Jia Jamil mengajak pelaku usaha untuk juga memanfaatkan Dana Kredit Usaha Pertanian (KUR) untuk produksi pertanian hilir. Jamil menyimpulkan: “G yang diekspor minimal harus produk setengah jadi, agar petani dan masyarakat bisa mendapat tambahan tambahan nilai. “-Menurut data Badan Pusat Statistik triwulan II tahun 2020, sektor pertanian telah mencapai pertumbuhan tercepat selama pandemi, yaitu 16,24%. Perlu dicatat bahwa pertanian menyumbang pertumbuhan positif tertinggi .

” Hal ini berkat kerja keras, kerja kolektif dan pemikiran kolaboratif semua petani di tingkat pusat, daerah, komersial dan tani untuk mengucapkan terima kasih yang hangat kepada Menteri Pertanian.

Tinggalkan Balasan