2020-12-05 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kasdi Subagyono, Direktur Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), mewajibkan seluruh perangkat kerjanya untuk melakukan terobosan dan inovasi sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian (Mentan) SyahruI Yasin Limpo. -Kasdi mengatakan, selama ini di bawah kepemimpinan Syahrul, Kementerian Pertanian memiliki enam rencana tanam utama yang akan dilaksanakan dalam lima tahun ke depan.

Baca: Menteri Pertanian Syahrul Pantau Persiapan Pengorbanan Kasdi mengatakan dalam keikutsertaannya dalam Konferensi Pembangunan Pertanian: “Rencana tersebut antara lain mengembangkan logistik benih, meningkatkan kualitas produk, meningkatkan produktivitas dan optimalisasi lahan, serta meningkatkan daya saing. Dan nilai tambah pangsa pasarnya. ‚ÄĚPada Senin, 13 Juli 2020 telah dilaksanakan rapat (Musrembangtan) di Auditorium Utama Kementerian Pertanian di Jakarta. -Kasdi mengatakan, rencana lain ditujukan untuk memodernisasi perkebunan dan mengoptimalkan pemangku kepentingan. Kemudian, meningkatkan SDM petani kecil dan kapasitas kelembagaan ekonomi. Menurut dia, pagu anggaran yang digunakan lebih ditentukan oleh kepentingan logistik benih yang mencapai Rp 442,8 miliar dari total Rp 1,192 miliar. , Daya saing dan pangsa pasar 152 miliar rupiah, sumber daya manusia dan peningkatan kelembagaan ekonomi perkebunan sebesar 74 miliar rupiah, dan modernisasi perkebunan sebesar 20 miliar rupiah. — Dalam kondisi yang sama, Suwandi, Direktur Administrasi Umum Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, mengatakan, hingga saat ini enam kegiatan prioritas sedang dilakukan. Ia mengatakan, enam sumbu tersebut merupakan rencana jangka panjang Kementerian Pertanian.

Keenam sumbu tersebut meliputi pengembangan padi, jagung dan produksi gabah lainnya, pengelolaan kedelai dan berbagai pengelolaan umbi, pengelolaan benih, perlindungan tanaman dari OPT dan IDP. – “Selain itu, kami juga fokus pada pascapanen, pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan serta gaji, operasional perkantoran, unit manajemen, honor agen lapangan dan uang,” ujarnya. Biro Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa indikator kinerja peningkatan sumber daya manusia pertanian terus meningkat-baca: Untuk memacu budidaya anggrek, Menteri Pertanian mendorong Eka Karya Flora untuk memperluas akses pasar – menurutnya, Peningkatan kualitas tersebut karena selama ini Kementerian Pertanian juga menitikberatkan pada kegiatan prioritas yang menggabungkan peningkatan produktivitas dengan keberlanjutan sumber daya manusia dan kepastian pasar. Selain itu, Kementerian Pertanian sedang memperkuat database petani dan pendidikan. : Sebuah gerakan untuk meningkatkan semangat usaha kecil, menengah dan mikro pertanian melalui wirausaha pertanian – Sekaligus Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) yang diwakili oleh Direktur Alsintan, Andi Nur Alam Syah Peningkatan substansial dalam pasokan makanan. Hal ini juga bertujuan untuk terus meningkatkan akses terhadap pangan dan kualitas pangan.

Sasaran tersebut antara lain: output beras 62,5 juta ton GKG, output jagung 25,38 juta ton PK dan output daging sapi / kerbau 462.200 ton.

“Untuk ini, Anda sedang memperbaiki 269.884 hektar jaringan irigasi tersier, 1.100 unit irigasi pompa, 138 unit irigasi pipa, 600 unit waduk pertanian, optimalisasi 100.000 hektar lahan, dan mengembangkan restorasi 20.000 hektar JUT Teknik “, pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan