2020-12-05 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali nyaris membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Olahraga Nasional (KONI) 2020 pada Selasa pagi (25/8/2020) di lantai 9 Kemenpora. , Jakarta.

Menpora berharap KONI Rakernas mengangkat isu-isu strategis untuk mempersiapkan perkembangan semua cabang olahraga.

Merupakan tanggung jawab seluruh KONI, pimpinan utama dan atlet untuk mengembangkan prestasi olahraga. Saya berharap semua pihak terkait melakukan berbagai upaya agar prestasi olahraga selalu up to date.

“Saya berharap konferensi kerja nasional ini dapat merumuskan beberapa hal yang strategis untuk persiapan berbagai prestasi olahraga agar bisa menonjol. Selain kegiatan PON dan kegiatan internasional,” harapnya .

Di PON XX / Konferensi kerja nasional Papua dengan tema Sukses dan Prestasi tahun 2021 adalah tujuan bersama. Komitmen yang sama menuntut kita untuk mencanangkan 2021 sebagai tahun pemulihan, karena pada tahun 2020 berbagai kegiatan olahraga dan perekonomian terkait olahraga harus terpaksa dihentikan. “La Menpora .

Pemerintah (Kemenpora RI) terus mendorong para pimpinan olahraga untuk setidaknya bekerja keras menjaga status atletnya, terutama yang dilatih untuk mengikuti ajang nasional internasional. Selama pandemi tersebut, kami akan terus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. (Misal bulutangkis, angkat besi, menembak, dsb), melakukan senam terkonsentrasi alhamdulillah sejauh ini belum ada laporan kejadian atau masalah Covid-19. Terangnya, Kemenpora sedang menyusun rencana akbar olahraga nasional. Masih dalam tahap open beta. Tidak ada yang bisa dicapai tanpa desain. Tidak ada yang bisa dicapai tanpa rencana.

“Pencapaian yang terjadi secara tidak sengaja tidak akan bertahan lama dan tidak akan dipertahankan secara sistematis. Semoga dalam waktu dekat capaian-capaian tersebut dapat segera disahkan dan dapat menjadi landasan untuk mencapai tujuan tersebut. Meng Pola mengatakan: “Akademi Olahraga Pusat dan Akademi Olahraga Daerah telah mencapai prestasi di Akademi Olahraga Pusat.” Kementerian Olahraga Pemuda dan Akademi Olahraga Pusat di masa depan akan bekerja sama sesuai dengan instruksi dari memorandum tersebut. Sesuai nota kesepahaman, Panitia Pusat Kuomintang Pusat akan membantu Kementerian Pemuda dan Olahraga melaksanakan pengawasan prestasi olahraga, sekaligus mengawasi keberhasilan kegiatan olahraga yang dilaksanakan oleh dinas olahraga dan parenting olahraga.

“Kami langsung memberikan pendampingan untuk olahraga. Nantinya, KONI dan KONIDA akan mengikuti inspeksi dan inspeksi, mereview proposal dari pelabuhan, dan KONI bertanggung jawab mengawasi dan mengawasi interaksi antara olahraga dan pemerintah,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu, Marciano Norman, Presiden KONI Pusat menyampaikan konferensi kerja nasional ini.Tujuan dari bL adalah merumuskan berbagai kebijakan strategis di tingkat operasional untuk mendorong dan memfasilitasi atlet dan atlet. Para olahragawan agar bisa terus berlatih, bertanding dan melakukan aktivitas lainnya agar badannya bergerak sehingga bisa berbicara tentang pentas internasional.

“Rakernas ini mengambil tema sukses dan prestasi PON XX tahun 2021, Papua. Tema ini bertepatan dengan harapan sukses di tingkat nasional, ia harus di ajang PON XX / 2021 Papua multi event tingkat nasional Awalnya acara digelar pada Oktober 2020, namun karena pandemi Covid-19, PON XX / 2020 ditunda hingga Oktober 2020 ”, ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan