2020-12-04 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemangku kepentingan daerah harus memahami dan mampu melakukan analisis neraca air yang baik dalam perencanaan daerahnya.

Neraca air adalah analisis yang menggambarkan penggunaan sumber daya air regional dan ditinjau atas dasar ini. Perbandingan antara permintaan dan ketersediaan air.

Segala macam tantangan, terutama yang berkaitan dengan lingkungan dan sumber daya alam (khususnya hutan), harus dikelola dan diselesaikan dengan baik atas dasar hukum dan ilmu pengetahuan. Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menyatakan untuk sumber daya alam Indonesia kita perlu lebih siap dan lebih memahami berbagai pengetahuan teknis yang mendukung misi kita, misalnya dalam hal metode neraca air, Dengan kata lain, kita harus diperlengkapi dengan baik. Sosialisasi dan pelatihan dilakukan pada acara pembukaan, dengan tujuan menganalisis analisis temporal dan spasial neraca air untuk meredam bencana, yang sebenarnya dilakukan pada Kamis (2020/3/9). Menurut Menteri Siti, pelatihannya sangat penting untuk membangun pemahaman tentang konsep lingkungan dan lansekap, teritorial dan pengelolaan wilayah, serta aspek ekologi keseimbangan air.

Secara spesifik, keseimbangan pemahaman tentang air akan membantu perencanaan wilayah terkait pembangunan dan kapasitas air hujan bendungan.

Analisis neraca air juga berperan penting dalam menentukan masa tanam atau kalender tanam dan bulan basah dan kering dari kalender tanam. Membangun mode bertani dari komunitas mode bertani.

Selain itu, metode neraca air terkait dengan tingkat restorasi gambut, dan pekerjaan di atas gambut juga dibahas untuk menginformasikan kejadian hutan dan tanah.

“Semoga pelatihan ini bermanfaat bagi teman-teman semua di bidang ini, karena saya tahu persis bahwa data iklim BMKG sangat besar dan sangat bagus. Menteri Siti mengatakan:“ Kami juga menganggap datanya sangat bermanfaat. Apalagi bagi mereka yang berada di wilayah yang terus terkonsentrasi kebakaran hutan dan lahan akibat data BMKG. “Sarana teknis dan kelengkapan harus saling melengkapi. Data dan pemahaman dasar akan sangat membantu kami. Ia melanjutkan, “Ini niscaya akan membantu kita melindungi sumber daya alam kita, melindungi negara kita, Indonesia tercinta”.

Tinggalkan Balasan