2020-12-04 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) telah memimpin program Propaktani (Program Bina Sosial Tanaman Pangan) sejak tahun 2019.

Pada tahun 2020 rencananya akan terus berkembang, Kementerian Pertanian mengajak petani di 14 daerah untuk mengoperasikan perusahaan tanaman pangan guna meningkatkan kapasitas produksi.

Suwandi, General Manager Tanaman Pangan, mengatakan sejak tahun lalu model bisnis ini sudah diujicobakan di Tuban, Lampang, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan tempat lainnya. Fakta membuktikan kinerjanya sangat bagus, sehingga mulai tahun ini akan direplikasi di 130 daerah.

Menurut siaran pers yang diterima Tribunnews, Selasa (4/8/2020), sesuai instruksi menteri, ‘Pertanian sedang dalam pembangunan pertanian komersial atau industri, dan model ini akan terus berlanjut. Suwandi mengatakan dalam acara “Sosialisasi Manajemen Proaktif dan Peningkatan Kapasitas Produsen Tanaman”: “Perusahaan pertanian tidak hanya akan meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, tetapi juga meningkatkan produk ekspor.” . Rencananya akan digelar di Bogor pada Selasa (8 April 2020). -Suwandi menjelaskan, prinsip bisnis yang pertama adalah tata cara pengelolaan bisnis dengan memiliki tanah yang luas. -Tidak perlu memiliki luas 5.000 hektar, namun sesuai dengan kebijakan yang diambil oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk mencapai tujuan perusahaan, sub-area atau cluster lebih dari 500 hektar pada 10 titik dapat dikelompokkan bersama, dengan total 5.000 hektar untuk pembangunan pertanian Sebagai dasar.

‚ÄúPrinsip kedua adalah pertanian terpadu, termasuk komoditas dan produk utama. Dia mencontohkan. Di Indramayo, keunggulan beras melibatkan 3-4 kabupaten yang dikelola satu perusahaan. Dia menjelaskan: Sayuran, paprika, bawang bombay, kelapa, bebek, sapi, dll. … Ia melanjutkan dengan mengatakan, “Misalnya Perusahaan Jagung Lombok Timur mampu menaklukkan 81 kelompok tani, kemudian semua anggotanya jauh dari penerima sehingga bisa melakukannya. Ajukan KUR dan bekerjasama dengan perusahaan benih, pupuk dan melati.”

Suwandi mengungkapkan, Propaktani berencana memasukkan kegiatan integrasi hilir dari peternakan dan industri turunannya ke pasar. Integrasi tersebut meliputi infrastruktur, mesin pertanian, penanaman mulai dari penanaman hingga penanaman, pemanenan dan hilir hingga pasar setelah panen.

Tinggalkan Balasan