2020-12-04 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Peran masyarakat dalam pengelolaan hutan harus terus didorong, terutama dalam hal restorasi daerah aliran sungai (DAS).

Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Hutan (LHK) Alue Dohong (Alue Dohong) tidak bisa hanya memperlakukan manusia sebagai objek.

Menurutnya, masyarakat juga harus menggalang dana dengan kekuatan lain, termasuk instansi pemerintah pusat dan daerah, akademisi, peneliti, aktivis lingkungan, dan komunitas perusahaan

“Kita selalu bergandengan tangan dan bergotong royong untuk melindungi Lingkungan, “kata Wakil Menteri Alue Dohong kemarin dalam pidatonya di Webinar Restorasi Daerah Aliran Sungai, Senin 14 September 2020-jika media mendorong semua komponen ini, mereka bisa bersatu dan bertransformasi. Untuk kekuatan yang kuat.

Dalam webinar kali ini, Wakil Menteri Aru Dohon juga berkesempatan untuk berbincang dengan masyarakat sekitar tentang berbagai kegiatan dalam pemulihan DAS pohon dan tumbuhan melalui fasilitas video conference.

Alue Dohong mengapresiasi dan mengagumi perhatian dan antusias masyarakat serta menyambut baik rencana restorasi kawasan hutan provinsi melalui kegiatan restorasi DAS SKK Migas-Pertamina Hulu Mahakam dan PT Indominco Mandiri di Kalimantan Timur. — Ia menyarankan agar pihak yang diwajibkan melakukan restorasi lahan agar masyarakat lebih berperan dan percaya diri. Wakil Menteri Alue Dohong bertanya.

Menurutnya, setiap pelaku komersial, terutama pemegang izin pinjam dan hak guna kawasan hutan (IPPKH), harus memiliki visi dan pandangan yang lebih luas tentang perbaikan lingkungan.

Tinggalkan Balasan