2020-12-03 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Di webinar Kemenpora, Senin (29/6/2020) sore, usai pandemi COVID-19 dengan reporter senior tuan rumah Suryopratomo, dalam “Era Normal Baru Menuju Kebangkitan Olahraga Nasional” Menpora Zainudin Amali, ruang rapat Jurusan Olahraga Pemuda memaparkan persiapan Piala Dunia U-20 2021.

Menurutnya, PSSI saat ini sedang mempersiapkan timnas, sehingga aturan presiden sedang disusun. pemerintah.

“Tentunya kita adalah tuan rumah Piala Dunia U-20. Dua hal yang kita harapkan untuk sukses yaitu keberhasilan pelaksanaan dan prestasi, akan menambah sukses lagi Departemen Olahraga Pemuda yaitu sukses administrasi,” Menpora — -Mengenai lokasi 6 stadion yang akan digunakan, Menpora akan menunggu konfirmasi dari FIFA.

“” Kami masih menunggu konfirmasi FIFA dari 6 stadion yang akan digunakan. Sebelum pandemi, kami sudah mengetahui tentang Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Manahan (Solo), Stadion Mandala Krida (Yogyakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali) Berita dari stadion utama. Menpora mengatakan, usulan PSSI lainnya adalah menambah dua stadion lagi, yakni Stadion Si Jalak Harupat dan Stadion Jakabaring (Palembang).

“Sejauh ini kami belum mendapatkan kepastian dari FIFA. Memang FIFA berhak memutuskan. Agar pemerintah sangat berhati-hati, pemerintah tidak mau melangkah terlalu jauh karena nanti kita akan masuk kategori intervensi. Hal ini tetap harus dilakukan. Ditambahkannya, pantau dan berikan hasil yang terbaik.

Dalam webinar tersebut, Menpora juga menjelaskan bagaimana bidang olahraga Indonesia dan dunia olahraga akan menerapkan “Sports Protocol”. Tim Pokja Covid-19 dan Kemenpora sudah mendapat izin untuk menyelenggarakan pelatihan, kejuaraan atau perlombaan. Ketiga cabang olahraga tersebut adalah bulu tangkis, menembak dan basket.

“Keputusan untuk menyelenggarakan lomba, kejuaraan atau pelatihan akan selalu dikomunikasikan kepada Covid- Kelompok kerja 19, kami hanya menerbitkan perjanjian olahraga umum. Lebih penting lagi, saya harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan atlet. Kami tidak akan pernah menyatakan Menpora: “Jika seorang atlet sakit atau terkena Covid-19, dia dapat berhasil.” (*)

Tinggalkan Balasan