2020-12-03 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Covid-19 menggunakan metode tes swab PCR, Senin hingga Selasa (24-25 / 8/2020). Gedung kantor imigrasi Kuningan Jakarta. -Sebanyak 675 karyawan telah lulus uji usap kapas untuk memastikan bahwa negara mereka terlindungi dari infeksi Covid-19 oleh petugas imigrasi Dtijen setelah usia 5 (lima) tahun.

Sebelumnya, manajemen konstruksi umum imigran telah dikunci selama 10 hari dari 12 hingga 21 Agustus 2020 untuk disinfeksi. Guna mengunci gedung perkantoran dan melakukan uji pengambilan sampel, Direktorat Jenderal Imigrasi juga mencari petugas lokasi yang berhubungan dekat dengan agen yang aktif terlibat dalam Covid-19.

Pekan lalu, Undang-Undang Menteri Indonesia dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly menginstruksikan kepada Direktur Imigrasi untuk mementingkan penyelesaian pelayanan publik sesuai dengan kesepakatan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan rutin berupa pemeriksaan cepat dan pemeriksaan usap.

Ini juga menekankan bahwa pengungkapan informasi harus melacak media yang terpapar positif dan media kontak dekat untuk memutus rantai penularan Covid-19 ke lembaga setingkat direktorat. Direktorat Jenderal Imigrasi.

Mencombham juga memerintahkan jika agen terkena Covid-19, gedung kantor harus dikunci. — Administrasi Umum Imigrasi juga menerapkan kerja shift untuk semua karyawan, dan melaksanakan pekerjaan rumah untuk karyawan di atas 10 tahun pada usia 50 tahun. -Selain memaksimalkan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan keimigrasian. (*)

Tinggalkan Balasan