2020-12-03 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Revolusi digital memaksa dunia usaha untuk berubah, yaitu mentransformasikan model lama menjadi model baru berdasarkan perubahan dan tuntutan persaingan. Kepekaan terhadap perubahan ini sangat diperlukan. Model kemitraan di era digital “, Rabu (2 September 2020).

Anggota Parlemen Indonesia Arzeti Bilbina turut menanggapi penerbitan buku ini; Bapak Aditya Warman, anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan; Koperasi Bersama Eddy Satriya, agen infrastruktur komersial Kementerian Usaha Kecil dan Menengah; Ahmad Yani, Direktur Direktorat Angkutan Darat dan Direktur Angkutan Multimoda Kementerian Perhubungan. Tak bisa bersaing karena lambat merespons perubahan. Sudah ada Puluhan tahun sejarah. Ia juga mengemukakan bahwa revolusi digital disebabkan oleh Revolusi Industri 4.0 dan Revolusi Industri 5.0 yang memaksa dunia usaha bergeser dari industri tradisional lama ke industri baru. Industri yang haus akan perubahan dan sensitif.

“Jika model bisnis tradisional didasarkan pada penguasaan aset, padat modal dan pengembangan sumber daya alam, maka berdasarkan teknologi informasi, big data, dia menjelaskan:“ Artificial intelligence, inovasi kerja dan pengembangan sistem, kemitraan ekonomi. ”Dia yakin Pesatnya pertumbuhan platform digital Indonesia menunjukkan bahwa ekonomi digital Tanah Air berkembang pesat. Begitu cepat dan lekat dengan kehidupan banyak orang, tentunya perlu dipadukan dengan good governance.

Baca: Kemnaker menerima 3 juta data tentang calon penerima subsidi upah tahap kedua

cerita “” Kerjasama di Era Digital “sangat cocok untuk referensi, terutama Ini untuk perusahaan aplikasi dan pebisnis dalam perkembangan ekonomi yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan