2020-12-03 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Guna mencari solusi penyebaran virus corona, Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menandatangani nota kesepahaman. Penandatanganan tersebut bertujuan untuk bersama-sama mengembangkan penelitian baru tentang tanaman obat sebagai obat antivirus dan calon obat. Lakukan penelitian klinis dan lainnya sesuai dengan prosedur yang ada. Kami tidak akan tinggal diam, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk kepentingan negara dan negara, “kata Menteri Pertanian, Rabu (8/7) di Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta, untuk ikut serta dalam penandatanganan kerjasama.Produk tanaman obat: Kementerian Pertanian juga membentuk Ada sentra pascapanen, selain itu Kementerian Pertanian juga punya pusat veteriner dengan fasilitas laboratorium untuk pemindaian virus. Ia mengatakan fasilitas itu bisa digunakan oleh IDI. Ia mengatakan: “Kita tidak ada alasan untuk tidak memberikan kepada negara ini Tolong. Oleh karena itu, Menteri Pertanian berharap kerjasama ini dapat mempercepat penelitian tentang tanaman kayu putih sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat dan membantu negara dalam mengatasi ancaman pandemi kayu putih Covid-19.

Di lokasi yang sama, Ketua IDI Daeng Muhammad Faqih memperkirakan kerja sama semacam ini akan membawa terobosan kemajuan, yang akan membawa harapan dan semangat bagi Indonesia dalam memerangi wabah virus.

Baca: Dibatalkan Masuk Rumah Sakit, Katarak Ninek Rath Ma sekarang sudah bisa disembuhkan

“Industri medis sebenarnya banyak menggunakan bahan-bahan dari Indonesia. Namun, sejauh ini belum digunakan untuk penelitian. Untuk itu, kami siap menggali potensi tersebut agar dapat benar-benar dimanfaatkan dalam industri kesehatan dan layanan kesehatan. Dia berkata. Daeng, dia berharap bisa melakukan dua hal. Pertama, dia berjanji untuk mendorong semua inovasi yang didasarkan pada penelitian anak-anak negara, dan harus didorong dan diteliti. Kedua, untuk membawa manfaat hasil penelitian ke negara dan memanfaatkan sepenuhnya semua Tantangan dan peluang yang muncul, pungkasnya, dan mendorong negara untuk melakukan penelitian agar bisa dimanfaatkan oleh banyak orang di masa depan.

Tinggalkan Balasan