2020-12-02 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah menyampaikan keprihatinan atas bencana yang dialami para petani di kawasan Deli Serdang yang mengeluhkan penderitaan mereka akibat konflik dengan perusahaan. Kepala ATR / BPN dan Menteri BUMN. -Menaker Ida mengkomunikasikan pernyataan ini ketika menerima pengaduan dari 26 perwakilan petani dari Serikat Tani Bersirin Bersirin (STMB) di desa Kutalimbaru Sei Mencirim. Kabupaten Deli Serdang dan Serikat Tani Persatuan Simalingkar (SPSB), Gedung YTKI Jakarta, Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Sudangdang, Sumatera Utara, Selasa (14/7/2020). Wanita dan pria. Saya teruskan ke kepala ATR / BPN lalu ke departemen BUMN, “kata Ida Fauziyah didampingi Karo Humas Soes Hindharno. Jika hak petani diganggu, demokrasi memberi mereka ruang untuk mengungkapkan ketidakpuasannya. Ia juga menyatakan bahwa negara juga bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini.

Dalam kondisi tersebut, Menteri Tenaga Kerja Ida juga meminta para petani pengadu untuk memperhatikan kesehatan kesepakatan saat memperjuangkan hak-haknya di Jakarta .– – “Dalam situasi pandemi, Anda harus berjuang dan menjaga diri sendiri, ya. Saya berharap kedua belah pihak dapat mempertahankan dan mencapai cita-cita mereka. Bapak dan Ibu masih dalam keadaan sehat, “ucapnya. – Sementara itu, Sulaeman Wardana adalah 26 petani yang mengadu ke Kementerian Ketenagakerjaan. Koordinator yang mewakili 170 petani dan 170 petani yang masih mencari keadilan di Jakarta.

Tindakan jalan tersebut dilakukan karena perusahaan milik negara (PTPN II) secara paksa mengusir tanah dan kawasan pemukiman yang dikelola sejak tahun 1951. SK reformasi pertanahan yang terparah sejak 1984 adalah 36 petani Sei Mencirim yang juga digusur. Mereka sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM).

“Kami komplain ke Departemen Tenaga Kerja, Karena 26 petani Suraman mewakili 170 petani mengatakan: “Kami berharap keluhan ini bisa disampaikan ke Presiden.” Didampingi Sekretaris STMB Imam Wahyudi dan Penasehat Tani Aris Wiyono, – — Imam Wahyudi (Imam Wahyudi) mengungkapkan, luas areal konflik petani anggota SPSB dan PTPN II ± 854 hektar. -Luas konflik antara petani STMB dan PTPN II ± 850 hektar, sedangkan kebutuhan petani STMB ± 323,5 hektar. (*)

Tinggalkan Balasan