2020-12-02 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memuji kinerja boikot pertanian saat wabah virus corona atau Covid-19. Ridwan mengatakan memang menurut hasil penelitian Universitas Pajajaran masyarakat sudah memperhatikan bahwa pada masa pandemi Covid-19, sektor yang paling tangguh di dunia bahkan di Indonesia adalah sektor ini. pertanian. Kemudian menurut statistik Jawa Barat, orang yang terkena Covid-19 adalah rata-rata penduduk perkotaan, sehingga semakin banyak orang yang pergi ke desa dan daerah dengan pendapatan Covid yang lebih rendah karena tidak terburu-buru untuk sukses. Oleh karena itu, kami mendukung penuh kebijakan Menteri Pertanian. Saya berharap kedatangan Pak Menteri bisa menyemangati kami karena kami akan terus meningkatkan swasembada pangan, ” kata Ridwan Kamil tentang derajat pengawasan saat acara tersebut.Dan operasi karantina usahatani Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Selasa (16/6) Lianwang, Jawa. Kesejahteraan petani di Jawa Barat. Pemerintah Jawa Barat dan Kementerian Pertanian telah melakukan terobosan yang sama dalam mendorong pengembangan sektor pertanian ke depan, khususnya pasca-Covid-19. Katanya, kita masih punya Sebuah aplikasi dapat mengetahui bagaimana sinkronisasi pasar pertanian dan koordinat lahan. Ridwan meyakini bahwa inovasi teknologi pertanian digital merupakan syarat utama untuk menyesuaikan permintaan di masa mendatang. Memang selama ini petani hanya menggunakan sense of farming dan memahami evolusi harga pangan .– – “Untuk kentang, mereka menanam kentang di mana-mana. Meskipun lerengnya tidak sesuai, kualitas tanahnya tidak tinggi. Jika tidak sesuai, ini akan menginformasikan pasar produk pertanian mana yang terkait dengan wilayah geografis yang tumbuh dan akan dicocokkan dengan produk yang sesuai. “— Pada saat yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah memastikan keamanan dan peningkatan keamanan pangan pasca Covid. -19, khususnya di Jawa Barat. Kementerian Pertanian memimpin karantina pertanian yang baik melalui sistem online untuk memfasilitasi Setelah terjadinya Covid-19 atau perlambatan lain yang diakibatkan oleh Covid-19, dipastikan akselerasi ini akan pulih dengan baik.

“Saya kira dengan Gubernur Jabar yang mengambil tindakan akibat dampak Covid-19. Berbagai tindakan, terutama dalam percepatan pembangunan pertanian untuk memenuhi kepentingan masyarakat, khususnya Jawa Barat, kita telah sepakat untuk mempercepat langkah ini bersama-sama, ”ujarnya.-Syahrul mengatakan:“ Kami sepakat untuk meningkatkan upaya membuat masyarakat bahkan di Setelah Covid-19 yang ada, hidup dalam kondisi baru atau normal dapat menjaga produktivitas.

Selain percepatan karantina, Syahrul mengungkapkan Kementerian Kesehatan telah melakukan terobosan di bidang pertanian untuk meningkatkan swasembada pangan dengan meningkatkan produksi pangan, terutama dengan meningkatkan produksi berbagai pangan (tidak hanya pangan pokok) dan perbaikan produk turunan. – — Nah, kini saatnya mengetahui cara bercocok tanam dengan membangun marga Asterisk pasca Covid-19 agar tidak hanya fokus pada beras saja, tetapi juga bisa menghasilkan aneka pangan dan mengubahnya menjadi banyak produk turunan. – “Oleh karena itu, saya berharap bisa mencapai kesepakatan dengan Gubernur Jawa Barat hari ini, dan kami akan melakukan berbagai percepatan agar masyarakat produksi bisa bertahan meski dalam kondisi baru atau normal setelah Covid-19 sudah ada,” ujarnya. “Saya juga berterima kasih kepada Gubernur Jabar atas segala keseriusan yang telah ia lakukan pasca COVID-19 atau dalam kondisi Covid, dan siap untuk terus menjaga produktivitas di dalam negeri. Pertanian”, tutup Syahrul. (*)

Tinggalkan Balasan