2020-12-02 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Mengusung tema nasionalisme dalam pandemi Covid-19, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali berharap IPNU / IPPNU menjadi organisasi utama di Indonesia untuk menjaga eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ini diturunkan dari Menbora, Indonesia. Saat pembukaan webinar virtual remaja nasional yang diadakan dari SitRoom Kemenpora pada Selasa (10/11/2020).

Webinar yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2020 ini diselenggarakan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga se-Indonesia. Dalam pertemuan tersebut dikatakan bahwa semangat perjuangan heroik tidak terlepas dari peran para tokoh NU. Untuk itu, ia pun mengajak generasi muda khususnya IPNU / IPPNU untuk terus melanjutkan semangat perjuangan. Ia mengatakan: “Situasi saat ini.” “Sekarang semangat ini bukan lagi memperjuangkan kemerdekaan kolonial, tetapi harus diwujudkan agar negara bisa berkembang lebih maju, itu dilakukan oleh generasi muda. Generasi muda eksekutif NU berperan aktif, berdiri di dalam perusahaan dengan menerbitkan cerita-cerita positif, dan menganjurkan semangat optimis.

Apalagi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, segala jenis informasi dapat dengan cepat ditemukan, namun Perkembangan teknologi progresif juga harus diiringi dengan peningkatan keimanan dan ketakwaan.

“Ada banyak berita yang tidak bisa kita tolak, tapi dengan anak muda terutama anak muda, NU harus bisa menyaring hal-hal yang tidak jelas. Berita.” Ujarnya.

Menurutnya, ke depan, baik tantangan dalam maupun luar negeri, tantangan kita akan semakin besar. -Ini sebabnya Kementerian Pemuda dan Olahraga RI merumuskan berbagai rencana. IPNU / IPPNU berada di garda terdepan dalam menjaga kelangsungan hidup negara NKRI. “IPNU-IPPNU adalah hal baru yang dapat membuat negara melawan ideologi dari negara.” Pungkasnya: “Organisasi kader bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader pemimpin PBB di masa depan. Saudara-saudari ini berharap bisa mendapatkan kembali kepemimpinannya di PBB. , Dan selanjutnya menghidupkan kembali posisi kepemimpinan secara nasional. “(*)

Tinggalkan Balasan