2020-12-01 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang ekonomi kreatif memiliki empat masalah pada Covid-19. Ekonomi kreatif UMKM adalah sulitnya mendapatkan bahan baku dalam wabah ini.

“Sulitnya mendapatkan bahan baku tersebut karena kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang diterapkan oleh masyarakat sekitar belum lama ini akibat berkurangnya pasokan bahan baku oleh pemerintah.” Virtual reality Wishnutama Kata dalam diskusi.

Kemudian masalah kedua Wishnutama tetap ada, yaitu kurangnya tenaga kerja dan kemampuan mesin produksi, serta dampak dari UMKM peserta. Ini belum cukup, dan menyulitkan pelaku UMKM untuk menghadapi pasar dalam dan luar negeri yang terus berkembang, “kata Wishnutama.

Baca: Begitulah Sandiaga Uno selalu menjadi motor penggerak UMKM di tengah pandemi

Baca : Teten: B UMN akan mengutamakan pembelian barang dan jasa produk UMKM

Baca: Menparekraf: Destinasi wisata Bali bisa pulihkan industri pariwisata Indonesia

Wishnutanma juga menjelaskan ekonomi kreatif tenaga kerja UMKM kecil , Belum mampu memenuhi permintaan pasar.

“Ketiga, UKM masih memiliki pemahaman yang sangat rendah tentang penelitian. Meskipun penelitian ini penting, tetapi penelitian ini tentang menentukan pasar dan strategi bisnis produknya. Produk UMKM nasional di pasaran dunia.

“Kesulitan ini membuat peserta UMKM kesulitan untuk mengekspor. Kami berharap dapat mempermudah perizinan ekspor lagi,” kata Wishnutama.

Wishnutama juga mengungkapkan, pihaknya sudah banyak mengalami kemajuan dalam mendorong UKM go digital. -Mempromosikan digitalisasi di pasar dunia.

Tinggalkan Balasan