2020-12-01 |  Kilas Kementerian

Bekasi TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengunjungi rumah 4 pekerja / pekerja penerima manfaat program bantuan subsidi upah di Chikalang, Jawa Barat, Kamis (9/9/2020). Kedatangan Menaker Ida terhalang antusias oleh para pekerja.

Usai bertemu dengan penerima bantuan subsidi upah, Menaker Ida menyampaikan bahwa para pekerja yang diinspeksi menerima program BSU pada 7 Agustus 2020. Para pekerja ini adalah penerima upah. Bersubsidi dan menjadi kontributor BPJS Ketenagakerjaan sejak usia 10 tahun.

Menurut Menteri Tenaga Kerja, satu atau lebih pekerja yang dia kunjungi hari ini mendapat manfaat besar dari bantuan subsidi gaji. Mereka berterima kasih kepada pemerintah karena bantuan subsidi gaji ini sangat membantu kehidupan mereka dalam menghadapi pandemi Covid-19. Terpengaruh, mereka terpaksa mengurangi produksi dan membutuhkan penyesuaian upah.

“Jadi mereka tahu betul, sangat banyak tentang situasi perusahaan dan setuju dengan persyaratan ini. Begitu ada program BSU, mereka bersyukur, karena setidaknya (bantuan) bisa menutupi sebagian kerugian upah yang disebabkan oleh Covid-19,” Menaker Kata Ida.

Selain itu, Menaker Ida menjelaskan, pihaknya menerima tunjangan gaji / gaji sebanyak 11,8 juta calon dari BPJS Ketenagakerjaan. Secara rinci, Kementerian Tenaga Kerja menerima 2,5 juta data di tahap pertama, 3,5 juta data di tahap kedua, dan 3 juta data di tahap ketiga. Saat ini, pendistribusian subsidi upah di ketiga tahap tersebut sudah berjalan. -Sementara untuk tahap keempat, Menaker Ida menerima 2,8 juta data calon penerima manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan pada Rabu (16/9/2020). Pihaknya akan segera melakukan pengecekan data dalam waktu maksimal empat (empat) hari kerja untuk melihat relevansi data yang disampaikan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Seperti kita ketahui bersama, tujuan pemerintah adalah menetapkan distribusi BSU sebesar 15.725. 232 pekerja per langkah. Kompensasi yang dibayarkan BSU kepada pekerja adalah Rp 600.000. Ini didistribusikan setiap dua bulan selama empat bulan (total 2,4 juta rupiah). Dia berkata: “Jumlah ini mencapai 1 juta euro dan telah menjadi peserta aktif dalam BPJS Ketenagakerjaan.” (*)

Tinggalkan Balasan